Soal penetapan kepala sekolah, Syakur memastikan prosesnya harus mengikuti standar tata kelola yang “lebih ketat dari seleksi idol”.
“Transparan, akuntabel, responsif, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Syakur, memastikan tidak ada ruang untuk lobi-lobi ala grup WhatsApp alumni.
Penegasan ini menambah sinyal keras bahwa Pemerintah Kabupaten Garut ingin memastikan mutasi dan pemilihan kepala sekolah bukan ajang formalitas, tapi benar-benar berdasarkan kompetensi dan kualitas.
Masa depan pendidikan Garut, kata Syakur, tidak boleh dititipkan kepada orang yang masih bingung membedakan antara kepemimpinan dan perintah-forward pesan motivasi pagi-pagi.*****