ragam

Menghidupkan Sunnah: Merangkai Kembali Cinta untuk Sang Kekasih Allah

Kamis, 27 November 2025 | 04:04 WIB


Bismillaahirrahmaanirrahiim.





[locusonline.co] Pernahkah kita merasa, saat kata "sunnah" terucap, yang terbayang hanyalah serangkaian aturan? Sekadar daftar "yang diajarkan" dan "yang ditinggalkan"? Sahabatku, marilah sejenak kita menyelami maknanya dengan hati yang lebih lembut.





Jika Allah Yang Maha Pengasih mengulang-ulang perintah dan larangan-Nya dalam Al-Qur'an, bukankah itu adalah bentuk kasih sayang? Seperti seorang ibu yang tak henti mengingatkan anaknya yang hendak menyentuh api, "Awas, nak, panas!" Setiap pengulangan adalah teguran yang penuh cinta, sebuah peringatan yang lahir dari kepedulian, dan bisikan lembut agar kita tidak tersesat.





Ihyaaus Sunnah: Menghidupkan yang Tak Pernah Mati





Ihyaaus sunnah—dua kata indah yang sering kita dengar. Ihyaa artinya menghidupkan. Sunnah adalah jejak, tradisi, dan teladan. Lalu, menghidupkan sesuatu yang tak pernah mati? Sungguh sebuah paradoks yang indah.





Yang kita hidupkan sebenarnya bukanlah Sunnah itu sendiri, karena cahaya Rasulullah SAW abadi sepanjang masa. Yang kita hidupkan adalah cara pandang dan kesadaran kita akan Sunnah. Kita menghidupkannya dalam sanubari, dalam langkah kaki, dalam senyum yang kita tebarkan, dan dalam niat yang tulus di setiap hela nafas.





Sunnah bukan hanya ritual. Ia adalah napas kehidupan. Ia adalah uswah hasanah—warisan keteladanan sempurna dari Sang Kekasih Allah. Ia meliputi cara beliau beribadah dengan khusyuk (fiqh ibadah), cara beliau bermuamalah dengan jujur (fiqh muamalah), hingga cara beliau membangun negara yang adil (fiqh siyasah). Bahkan, cara kita mencintai Allah pun diajarkan dalam Sunnah, melalui tauhid yang membimbing hati kita hanya untuk-Nya.





Melampaui Bingkai Sempit: Sunnah adalah Cakrawala





Sayangnya, kadang kita terjebak mempersempit samudera Sunnah ini menjadi setetes embun. Kita mengurungnya hanya pada ruang mahligai pernikahan, seolah-olah Sunnah hanya tentang pemenuhan hasrat biologis. Ini adalah pengerdilan yang menyedihkan.


Halaman:

Tags

Terkini