“Tidak ada satu kota pun yang bisa menyelesaikan tantangan global sendirian. Kita membutuhkan jaringan solusi, pertukaran praktik baik, dan kerja sama lintas batas,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan ruang ini secara optimal. “Mari pemerintah, akademisi, komunitas kreatif, pelaku bisnis, dan mitra internasional menjadikan ruang ini sebagai tempat belajar bersama dan membangun masa depan kota yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing,” ajaknya.
Integrasi dengan Visi Pembangunan Jangka Panjang
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Bandung, Anton Sunarwibowo, menjelaskan bahwa peluncuran BAACN Gallery merupakan puncak dari serangkaian inisiatif Bandung dalam memperkuat kerja sama internasional.
“BAACN Gallery hadir sebagai ruang interaktif yang menghubungkan nilai historis Konferensi Asia Afrika dengan kebutuhan kolaborasi kota masa kini,” ujar Anton.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini terintegrasi dengan program Bandung Iconic 2025, yang menegaskan peran Bandung sebagai pusat inovasi dan pertukaran pengetahuan global. Melalui galeri ini, diharapkan dapat terbangun solidaritas, terjalin pertukaran budaya, dan lahir aksi-aksi kolaboratif lintas negara yang konkret.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membangun komitmen bersama menuju pembangunan berkelanjutan serta memperkuat hubungan antarmasyarakat, meneruskan semangat Bandung ke masa depan,” pungkas Anton, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terealisasinya galeri ini. (**)