“Kita menanam untuk masa depan. Pohon memberikan oksigen. Setiap bibit ini punya dampak,” katanya, tetap optimis meski tantangan seperti tebing longsor dan resapan hilang terus menunggu di balik kalender.
Sementara itu, Ketua RW 20 Desa Godog, Iman Firmansyah, menerangkan bahwa kegiatan ini bagian dari peringatan Hari Pohon Sedunia dengan konsep “1 orang 1 pohon.” Sebanyak 700 bibit pohon disediakan, mulai dari Pucuk Merah hingga pohon peneduh.
“Gerakan kecil, tapi kita punya harapan besar. Semoga bermanfaat untuk masa depan,” ujar Iman.
Kegiatan yang digelar bersama DLH Garut dan Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa (Libas) ini diharapkan mampu memberi sumbangsih kecil terhadap ekosistem yang makin terdesak.
Walau penanaman hari itu belum cukup untuk memangkas statistik lahan kritis yang jumbo, gerakan kolektif ini setidaknya menjadi pengingat bahwa bumi tidak akan menunggu sampai rapat anggaran selesai, dan lingkungan tidak bisa hidup dari seremoni saja.*****