ragam

Merespons Polemik Bandara IMIP, Luhut Bongkar Dokumen dan Strategi Negosiasi "Ketat" dengan China

Selasa, 2 Desember 2025 | 12:33 WIB


[locusonline.co, JAKARTA] – Polemik Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memicu badai kontroversi, mendorong salah satu arsitek utamanya untuk membuka lembaran sejarah negosiasi yang selama ini terselubung. Luhut Binsar Pandjaitan, sang heavyweight di balik mega-proyek hilirisasi nikel, akhirnya membuka catatan rapat dan menelanjangi kontrak yang menjadi landasan kolaborasi Indonesia dengan raksasa teknologi China.





Dalam sebuah pernyataan tertulis yang bernada defensif sekaligus penuh keyakinan pada Senin (1/12/2025), mantan Menko Marves ini menguraikan kronologi dan—yang paling penting—empat pilar deal breaker yang ia klaim sebagai "tameng kedaulatan" dalam setiap negosiasi dengan investor Negeri Tiangkok.





Kronologi Kilat: Dari Pemikiran SBY hingga Persetujuan Jokowi yang Hanya Sebulan





Luhut menegaskan, cita-cita hilirisasi di Morowali bukanlah skema dadakan. Ia merunut akarnya hingga ke era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kemudian baru bisa diwujudkan dan diresmikan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, jalan menuju realisasi itu penuh duri.





"Mencari investor yang mau menggarap hilirisasi saat itu tidak mudah," aku Luhut. Setelah pemetaan global mendalam terhadap kesiapan investasi, pasar, dan teknologi, pilihan akhirnya terjatuh pada China. "Hanya China yang saat itu siap dan mampu," tegasnya.





Dengan restu Presiden Jokowi, Luhut terbang untuk menemui Perdana Menteri Li Qiang. Hasilnya? Sebuah proposal yang disetujui Jokowi hanya dalam waktu satu bulan—sebuah kecepatan yang luar biasa untuk proyek strategis nasional.





"Amerika Serikat tidak memiliki teknologi ini," tandas Luhut, mengutip sebuah pengakuan yang ia klaim datang langsung dari Elon Musk dalam sebuah pertemuan. "AS tertinggal cukup signifikan dari Tiongkok."





"Empat Komando" Luhut di Meja Negosiasi: Klaim Pengaman Kepentingan Nasional





Di tengah sorotan publik yang skeptis, Luhut membeberkan seperangkat ketentuan wajib yang ia pasang sebagai syarat mutlak. Klausul-klausul inilah yang, menurutnya, menjamin manfaat maksimal bagi Indonesia.


Halaman:

Tags

Terkini