ragam

Di Balik "Senyum" Hermanto Tanoko: Kisah Cat, Properti, dan Lonjakan 102% yang Memancing Pertanyaan

Sabtu, 6 Desember 2025 | 18:45 WIB



Laba emiten properti milik Hermanto Tanoko, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), meledak 102,49% pada kuartal III 2025. Namun, di balik angka fantastis ini, tersembunyi sejarah panjang pengusaha yang memulai bisnis dari toko cat kecil, serta volatilitas ekstrem saham RISE yang sempat melonjak 400% meski hanya dipegang sekitar 400 investor.






Prestasi RISE yang membukukan laba bersih Rp51,92 miliar, jauh melampaui periode sama tahun sebelumnya, memang patut diacungi jempol. Namun, perjalanan pemiliknya, Hermanto Tanoko, menuju puncak sebagai salah satu orang terkaya Indonesia, menyimpan cerita yang lebih kompleks daripada sekadar laporan kuartalan yang hijau.





Dari Toko Cat ke Kerajaan Bisnis Tancorp: Fondasi Kekuatan di Balik RISE





Kesuksesan RISE hari ini tidak dapat dilepaskan dari strategi dan fondasi bisnis yang dibangun Hermanto Tanoko selama puluhan tahun.






  • Akar Bisnis Keluarga: Semuanya berawal dari sebuah toko cat kecil di Malang yang didirikan ayahnya, Soetikno Tanoko, pada 1962. Perusahaan keluarga ini berkembang menjadi PT Avia Avian, salah satu produsen cat terbesar di Indonesia. Hermanto mulai terlibat sejak remaja dan akhirnya memimpin bisnis tersebut bersama sang kakak.




  • Ekspansi Strategis & Pembentukan Tancorp: Jiwa wirausaha Hermanto tidak berhenti di cat. Pada 2003, ia berekspansi ke bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) dengan mendirikan PT Sariguna Primatirta (Cleo). Diversifikasi terus berlanjut ke properti, kosmetik, dan keramik. Untuk mengonsolidasikan kerajaan bisnisnya yang semakin menggurita, pada 2016 ia mendirikan Tancorp sebagai induk holding.




  • Portofolio Emiten yang Luas: Saat ini, melalui Tancorp, Hermanto mengendalikan setidaknya sembilan perusahaan terbuka (emiten) di Bursa Efek Indonesia, termasuk RISE (properti), Avia Avian (cat), Sariguna Primatirta/CLEO (AMDK), dan yang terbaru, Merry Riana Edukasi (edutainment). Ini memberikan kekuatan finansial dan sinergi operasional yang besar bagi grup.





Analisis Mendalam: Apa yang Sebenarnya Mengerek Laba RISE 102%?





Lonjakan laba RISE bukanlah keajaiban, tetapi hasil dari kombinasi faktor pendorong pendapatan dan efisiensi operasional yang tertuang dalam laporan keuangan.





Faktor Pendorong Utama:






  1. Pertumbuhan Pendapatan yang Kuat: Pendapatan usaha RISE melesat 30,78% menjadi Rp294,14 miliar, menunjukkan peningkatan penjualan atau realisasi proyek yang signifikan.




  2. Disiplin Operasional yang Ketat: Perusahaan berhasil menekan beban penjualan, umum, dan administrasi. Total beban usaha turun dari Rp91,5 miliar menjadi Rp84,69 miliar. Efisiensi ini langsung mengalir ke laba usaha yang melonjak 139%.




  3. Struktur Keuangan yang Semakin Sehat: Neraca menunjukkan perbaikan dengan ekuitas yang meningkat dan liabilitas yang menurun, yang menandakan fundamental perusahaan yang semakin solid.





Perbandingan Kinerja RISE vs. Emiten Lain di Bawah Tancorp:
Tabel berikut membandingkan RISE dengan dua emiten lain milik Hermanto Tanoko berdasarkan data kinerja terkini, untuk memberikan konteks yang lebih luas:





Emiten (Kode)Bidang UsahaKinerja Terkini (2025)Catatan Likuiditas
RISEPengembangan PropertiLaba Bersih Q3: +102.49% (YoY)Rendah. Sempat melonjak 400%, hanya dipegang ~400 investor.
CLEOAir Minum Dalam KemasanHarga saham sempat naik 84% dalam 6 bulan (2024).Aktif. Salah satu yang paling likuid di portofolio Tanoko.
AVIAManufaktur CatHarga saham stabil, kinerja fundamental baik.Aktif. Sering direkomendasikan analis.




Kisah Dua Sisi: "Bagger" vs. "Tangan Dingin" yang Visioner





Nama Hermanto Tanoko saat ini membawa dua narasi yang kontras di pasar modal.


Halaman:

Tags

Terkini