“Hari ini kami bergerak secara kolaboratif membersihkan puing-puing bangunan… Akses gang tertutup material, sehingga hari ini kami targetkan tuntas,” papar Suhar.
Kolaborasi tersebut melibatkan 35 personel Kodim 0618/BS dari berbagai koramil yang dikerahkan sejak pukul 08.00 WIB, dibantu jajaran Polsek, Koramil, Linmas, petugas kebersihan (Gober), dan warga setempat. Peralatan sederhana seperti palu, sekop, dan karung digunakan untuk memindahkan puing.
“Insyaallah, dengan personel yang ada, hari ini semua bisa diselesaikan,” ujar Babinsa Isola, Serka Aldemar S., yang juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
Salah seorang korban, Tati (27), menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. “Terima kasih atas bantuan dari kecamatan, kelurahan, hingga para donatur. Kami sangat terbantu, baik dari segi makanan maupun kebutuhan lainnya,” katanya.
Penyebab Diduga Pondasi Rapuh dan Cuaca Ekstrem
Berdasarkan pantauan di lapangan, rumah yang ditempati korban diduga ambruk akibat pondasi yang sudah rapuh, diperparah oleh hujan lebat dan angin kencang yang mengguyur wilayah Isola pada Jumat sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Saksi mata, Jujun (62), menceritakan awal mula kejadian. “Saat hujan deras, terdengar suara runtuhan. Saat diperiksa, rumah tetangga sudah ambruk,” ujarnya. Ia bersama warga lain segera mengevakuasi empat korban yang tertimpa reruntuhan: Ratih Ningsih (30) yang mengalami luka di kepala, serta tiga anak-anak Rafa (10), Rifan (3), dan Renal (9) yang mengalami luka lecet.
BPBD Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Potensi Banjir
Sementara penanganian rumah ambruk berlangsung, BPBD Kota Bandung mengalihkan sebagian perhatiannya pada ancaman hidrometeorologi lain. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala, mengatakan pihaknya telah memantau kenaikan debit air di sepanjang aliran Sungai Cikapundung.
“Memang kemarin kita sudah mewaspadai beberapa area seperti Cikapundung yang debitnya mengalami kenaikan. Terus kita infokan ke wilayah atau kelurahan untuk waspada,” ungkap Amires, Jumat (5/12).