ragam

Mafia Nikah Siluman Cianjur Mengincar Gadis di Bawah Umur

Senin, 8 Desember 2025 | 11:16 WIB
Ilustrasi Salah satu situasi pernikahan yang banyak kebohongan terjadi di Indonesia. Anak di bawah umur (WNI) dinikahkan dengan pria lansia (Asing).





  • Anak adalah korban dagang




  • Keluarga direkayasa oleh janji palsu




  • Perantara memainkan propaganda kesejahteraan





Pernikahan ini tidak lahir dari cinta, tapi kalkulasi kurs dollar.





Catatan





Fenomena nikah WNI bawah umur–WNA lansia ini bukan kasus tunggal. Cianjur, Lombok, Madura, hingga NTB telah menjadi wilayah operasi favorit jaringan. Beberapa di antaranya:





PolaDeskripsiDampak
Pernikahan kilat WNI bawah umurLegalitas dikebut lewat calo dan oknumKorban tak siap mental
Bulan madu sebagai coverBali jadi panggung formalitas kebahagiaanCerai cepat, trauma panjang
Janji migrasi ke luar negeriTimur Tengah sebagai iming-imingTak pernah realisasi
Jaringan lintas institusiCalo, oknum, sponsor asingKorban tanpa perlindungan hukum




Kesimpulan





Yang terjadi bukan perkawinan, tapi perkawinan kontrak legal-formal dengan motif ekonomi terselubung. Negara terlihat rapi pada kertas, tapi bocor pada pengawasan.





Jaringan berjalan cepat.
Hukum berjalan pelan.
Korban dibiarkan diam.





Jika pola ini terus dibiarkan, maka:






  • Anak bawah umur terus menjadi komoditas halal di pasar gelap pernikahan




  • Oknum makin subur




  • Martabat negara makin murah dibanding tiket bulan madu Bali





Rekomendasi Investigatif






  • Audit total pernikahan WNI–WNA berkategori rentan




  • Satgas khusus perlindungan pernikahan rentan usia (child marriage transnational)




  • Penegakan disiplin KUA dan dinas terkait




  • Pendampingan psikologis wajib untuk korban,*****


Halaman:

Terkini