ragam

Piston Emas Rp5,5 Triliun yang Dihidupkan: Dana Segar USD 350 Juta Pacu Target 'Gold Pour' Awal 2026 di Tambang Pani

Selasa, 9 Desember 2025 | 06:29 WIB


[Locusonline.co, Bandung] — Jalur menuju penuangan emas perdana (first gold pour) di Tambang Emas Pani, Gorontalo, kini sudah lebih mulus. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), perusahaan tambang emas yang dipimpin oleh Boyke Poerbaya Abidin, baru saja merampungkan fasilitas pinjaman Revolving Credit Facility (RCF) senilai USD 350 juta (sekitar Rp 5,5 triliun) dari konsorsium perbankan domestik dan internasional.





“Kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai gold pour pertama pada awal 2026,” tegas Boyke dalam keterangan tertulis yang diterima di Bandung, Senin (8/12/2025).





Fasilitas kredit yang ditandatangani pada 4 Desember 2025 ini menjadi suntikan darah segar untuk mendorong proyek ambisius senilai Rp 6 triliun itu mencapai tahap produksi.





Peta Penggunaan Dana dan Struktur Kredit





Pinjaman ini tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian integral dari struktur pembiayaan proyek. RCF akan dimanfaatkan untuk tiga tujuan utama:






  1. Refinancing pinjaman anak usaha yang sudah berjalan, untuk mengoptimalkan struktur keuangan.




  2. Mendukung kebutuhan modal kerja selama fase commissioning (uji coba operasional) dan awal produksi komersial.




  3. Pembiayaan lanjutan pengembangan tambang Emas Pani secara keseluruhan.





Pinjaman ini disalurkan melalui tiga anak perusahaan operasional yang menjadi tulang punggung proyek:






  • PT Pani Bersama Tambang (PBT)




  • PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS)




  • PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM)





Struktur ini menunjukkan persiapan matang menuju fase produksi. Dana segar akan memastikan aliran kas operasional dan konstruksi tahap akhir berjalan tanpa hambatan finansial.





Proses Commissioning yang Berjalan Mulus





Secara paralel dengan penyelesaian pembiayaan, aspek teknis proyek juga menunjukkan progres yang solid. Proses commissioning (pengujian dan penyiapan operasional) fasilitas kritis Adsorption, Desorption & Recovery (ADR) terus berjalan sesuai jadwal. Fasilitas ADR adalah jantung dari pabrik pengolahan bijih emas, di mana emas di ekstraksi dari larutan sianida.


Halaman:

Tags

Terkini