Perpanjangan masa tanggap darurat bukanlah keputusan yang keliru; ia perlu, mendesak, dan wajib dilakukan. Namun publik Garut layak menagih satu hal yang selama ini selalu menguap di rapat-rapat resmi kenapa daerah langganan bencana seperti Garut tampaknya lebih piawai membangun sistem kedaruratan ketimbang mencegah bencana itu sendiri?
Banjir di Garut bukan hujan yang salah arah. Ia adalah konsekuensi panjang dari tata ruang yang tak pernah benar-benar dibenahi, hutan yang memudar, izin yang tak pernah disikat balik saat menabrak akal sehat, serta pembangunan yang lebih banyak disesuaikan dengan kalender politik ketimbang kalender cuaca.
Jika darurat terus diperpanjang tiap tahun, tanpa pembenahan fundamental, jangan-jangan masyarakat bukan sedang ditolong, melainkan sekadar dipaksa beradaptasi hidup dalam model survival permanen lewat jembatan darurat, bantuan darurat, dan kebijakan yang terus bertahan dalam status sementara selamanya.
Garut butuh lebih dari sekadar masa tanggap darurat. Ia butuh tanggap masa depan karena bencana boleh datang berkala, tapi kepemimpinan tak boleh ikut hanyut musiman.*****