ragam

Drama Digitalisasi Pendidikan: Nadiem Siap Sidang, Jurist Tan Tetap Menghilang Seperti WiFi Sekolah Negeri

Selasa, 9 Desember 2025 | 15:50 WIB
Foto Istimewa Direktur Penuntutan pada Jampidsus Kejagung, Riono Budisantoso, dalam jumpa pers di Kejagung (Rumondang/detikcom)



Laptopnya tak pernah benar-benar sampai ke tiap kelas, tapi angka kerugiannya sampai jelas ke kertas audit negara.





Tiga pendamping proyek turut ikut rombongan sidang:






  • Ibrahim Arief (eks konsultan teknologi)




  • Mulyatsyah (eks Direktur SMP dan KPA)




  • Sri Wahyuningsih (eks Direktur SD dan KPA)






Baca Juga : Banjir, Longsor, dan Jejak SK 1,6 Juta Hektare: Ketika Hutan Sumatra Disulap Jadi “Lahan Tata Ruang” Ala Zaman Zulhas






Kejaksaan menduga arahan pengadaan sudah dikunci sejak sebelum Nadiem resmi duduk sebagai menteri. Setelah resmi menjabat, pengadaan berjalan seperti drama single-vendor dengan panggung tender yang sekadar pemanis. Digitalisasi pendidikan ternyata bukan soal kecerdasan buatan, melainkan kecerdasan perencanaan.





Satu nama krusial, Jurist Tan, masih berstatus buron perannya disebut vital, ibarat tokoh kunci season finale drama KPK vs Elite, tapi hilang sebelum cuplikan episode.





Namun Kejagung santai, “Tidak akan terpengaruh dengan ketiadaan satu orang pelaku.”





Dalam bahasa sarkas meski yang diburu hilang, sidang tetap jalan, spektrum hukum tetap penuh sinyal.





Jaksa Penuntut Umum Roy Riady menyampaikan teaser sidang dengan nada yang jarang terdengar dari gedung penegak hukum.

Halaman:

Tags

Terkini