[Locusonline.co. JAKARTA] – Sementara ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sibuk berebut perhatian konsumen akhir (end user) di platform e-commerce, Danantara Asset Management justru menyoroti sebuah "pesta yang terlupakan": pasar Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Government (B2G) yang nilainya jauh lebih besar dan stabil. Menurut mereka, inilah "jalan tol" menuju percepatan pertumbuhan yang belum banyak dimanfaatkan.
Chief Marketing Officer Danantara, Dendi Tegar Danianto, dengan tegas menyatakan bahwa fokus berlebihan pada B2C justru bisa membuat UMKM kehilangan peluang emas.
"Orang mungkin banyak berbicara UMKM itu di segi ranah B2C. Nah yang sedang kita kerjakan ini kan B2B. Makanya ini menjadi perhatian serius Danantara, karena menurut kita penting untuk men-trigger growth UMKM di sektor B2B," ujar Dendi.
Lalu, di manakah "pesta" B2B ini berlangsung? Jawabannya ada di institusi-institusi besar seperti Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, dan yang paling menggoda: BUMN.
Pasar Raksasa yang (Masih) Tertutup bagi Banyak UMKM
Dendi menyebut potensi pasar BUMN sebagai sesuatu yang "besar sekali". Setiap tahun, ratusan triliun rupiah dialokasikan untuk pengadaan barang dan jasa. Namun, akses UMKM untuk masuk ke dalam supply chain ini seringkali terhambat oleh prosedur yang rumit, persaingan ketat, dan ketidaktahuan.
"Yang paling mudah adalah kita yang di Danantara dan BUMN sebagai offtaker-nya. Ini di BUMN, besar sekali marketnya," tegasnya.
Manfaatkan Platform PaDi UMKM Telkom
Lantas, bagaimana cara UMKM yang umumnya bermodal terbatas bisa menjangkau "pasar raksasa" ini? Dendi menunjuk satu solusi praktis: Platform PaDi (Pasar Digital) UMKM dari Telkom Indonesia.