ragam

Garut Perpanjang Darurat, Banjir Jalan, Janji Mengalir

Rabu, 10 Desember 2025 | 14:21 WIB
Sekretaris Deareh Kabupaten Garut, Nurdin Yana



Di Kecamatan Peundeuy, jembatan rawayan sudah 100 persen selesai. Bisa dilalui, tapi maksimal tiga orang bergiliran. Bukan protokol keamanan, tapi protokol demi jembatan tak ikut menyusul jadi kenangan.





Total 243 KK, 241 rumah terdampak, lebih dari 700 jiwa jadi fokus penanganan. Pemerintah menjanjikan Jaminan Hidup selama 14 hari. Durasi sama dengan masa tanggap darurat, cocok untuk mereka yang hidupnya sementara dalam mode survival reality show.





Perpanjangan status tanggap darurat dinilai “tak terhindarkan”. Frasa yang terdengar seperti “Bencana lanjut, kami ikut lanjut, mohon tetap bersabar.”





Nurdin menegaskan Fasum darurat disiapkan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas “seadanya”. Kata kunci seadanya kata sakral bagi daerah yang terbiasa dengan bencana berulang dan pembangunan bertahap seperti episode sinetron tak berkesudahan.





Garut kembali menetapkan darurat, bukan karena ingin tampil dramatis, tapi karena realita tak memberi jeda. Sungai masih mengirim kiriman rutin, jembatan roboh bergiliran, dan warga dipaksa belajar mobilitas era baru: nyebrang pakai kuota manusia.





Di Garut, bencana datang berkala, solusi datang bertahap, perpanjangan datang otomatis. Pemerintah memastikan pemulihan berjalan, meski langkahnya mirip jembatan rawayan: bisa lewat, tapi pelan, dan jangan terlalu banyak berharap beban.*****


Halaman:

Terkini