Memahami Realitas Disabilitas di Bandung
Sebagai basis perencanaan yang tepat sasaran, Pemerintah Kota Bandung memiliki data terpilah:
- Jumlah Penyandang Disabilitas: 30.012 orang
- Distribusi Berdasarkan Jenis:
- Disabilitas Netra: 10.202 orang (33.98%)
- Disabilitas Ganda/Multi: 7.710 orang (25.69%)
- Disabilitas Fisik: 5.460 orang (18.19%)
Data nasional dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kementerian Kesehatan 2023 juga memberikan konteks penting tentang penyebab disabilitas:
- 59% akibat penyakit
- 26% akibat kecelakaan, cedera, atau kekerasan
- 14% kelainan bawaan
- 1% tidak diketahui
Data ini menggarisbawahi pentingnya pencegahan melalui layanan kesehatan primer yang kuat dan sistem penanggulangan kecelakaan yang komprehensif.
Tema Global dan Lokal: Dari Prinsip ke Aksi
Peringatan HDI 2025 mengangkat tema global “Fostering Disability Inclusive Societies for Advancing Social Progress” (Membina Masyarakat Inklusif untuk Kemajuan Sosial). Bandung mengontekstualisasikannya dengan tema lokal “Rancage: Rangkul Maké Cinta, Ajénan, Gerakkeun”, yang berarti merangkul dengan cinta, menghargai, dan menggerakkan. Tema ini menekankan pendekatan yang humanis, penuh penghargaan, dan berorientasi pada aksi kolektif.
Bandung dalam Peta Kota Inklusif Indonesia
Dengan komitmen yang ditegaskan pada HDI 2025, Bandung sedang menempatkan diri sebagai pelopor kota inklusif di Indonesia. Langkah strategis yang diambil—berbasis data, melibatkan partisipasi langsung komunitas disabilitas, dan diintegrasikan dalam regulasi dan anggaran—menunjukkan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan.
Keberhasilan Bandung membangun inklusi tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup 30.012 penyandang disabilitas, tetapi juga akan menguatkan kohesi sosial, memanfaatkan potensi seluruh warganya, dan menjadi bukti nyata bahwa kemajuan kota sejati adalah yang inklusif.
Komitmen "Rancage" ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain dan menjadi warasan berharga dalam mewujudkan Indonesia Inklusif yang menjamin kesetaraan hak dan martabat bagi semua warga negara, tanpa terkecuali. (**)