ragam

Kebun Sayur yang Bikin Gunung Nangis, Siapa Sebenarnya yang Main Kapak?

Jumat, 12 Desember 2025 | 10:13 WIB
Gambar Ai


"Gunung bukan lagi penonton. Ia udah turun tangan, banting meja, dan bilang “Udah cukup.” Entah siapa yang paling bersalah, tapi jelas ada yang menikmati “panen” di balik hilangnya akar-akar yang selama ini diam menjaga bumi."





LOCUSONLINE, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali melempar “kode keras” yang sebenarnya sudah bukan kode lagi, alih fungsi lahan PTPN di Ciwidey makin ngawur sampai bikin alam ngamuk. Pohon teh ditebang, tanah digunduli, dan gunung dibiarkan cosplay jadi warung sayur raksasa. Hasilnya? Banjir dan longsor makin pede mampir.





Dedi bicara blak-blakan usai sowan ke Gedung Merah Putih KPK, Kamis (11/12/2025). Misinya bedah urusan aset negara plus ngebongkar rusaknya ekosistem yang ditinggal merana gara-gara proyek dan permainan lahan yang entah siapa sutradaranya.





“Penghentian alih fungsi lahan di kawasan Ciwidey penting. Pohon teh ditebangi, diganti kebun sayur. Ya ambruklah tanahnya,” tegas Dedi, tanpa basa-basi.





Cerita makin seru ketika Dedi menyinggung lahan kehutanan yang sudah naik kelas jadi kebun sayur. Kalau pohon keras diganti kol dan tomat, ya jelas akar nggak kuat nahan amarah hujan.





Demi nge-rem bencana yang makin sering nongol kayak iklan pop-up, Dedi mau lereng-lereng bukit dihijaukan lagi. Tanaman keras, teh, apapun yang akarnya nggak gampang digusur angin.





“Ini nanti dikelola Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan. Biar tanah nggak gampang mewek tiap hujan,” katanya.


Halaman:

Tags

Terkini