Baca Juga : Garut Perpanjang Darurat, Banjir Jalan, Janji Mengalir
PTPN juga diperingatkan soal hobi baru mereka mengubah lahan perkebunan jadi wahana KSO pariwisata. Dedi menyebut praktik itu bikin ekosistem tumbang sebelum waktunya.
“KSO yang merusak ekosistem harus stop. Jangan perkebunan dijual murah demi foto-foto estetik,” sentilnya.
Per 4 Desember 2025, banjir bandang di Sungai Cibitung, Bandung Barat jadi bukti kalau gunung lagi ngambek. Warga bilang ini banjir paling brutal dalam beberapa tahun terakhir.
Sekda Bandung Barat, Ade Zakir, terang-terangan mengaitkannya dengan tutupan lahan yang sudah berubah jadi “salad bowl raksasa.”
Di level regional, Dedi sampai harus keluarin Surat Edaran yang ngehentikan izin pembangunan perumahan sementara di lima daerah Bandung Raya. Udah terlalu banyak tanah dirusak, katanya.
Dalam drama ini, gunung bukan lagi penonton. Ia udah turun tangan, banting meja, dan bilang “Udah cukup.” Entah siapa yang paling bersalah, tapi jelas ada yang menikmati “panen” di balik hilangnya akar-akar yang selama ini diam menjaga bumi.
Dan kalau pola rusaknya masih diteruskan, jangan salahkan hujan. Salahkan siapa pun yang lebih milih cuan instan daripada masa depan wilayah yang masih punya harapan.*****