Artinya simpel ada sesuatu di Garut yang harus dievaluasi lebih dekat. Mau disebut edukatif atau preventif, intinya KPK melihat daerah ini perlu disentuh langsung.
Dandi menjelaskan empat misi berbagi informasi, semangat, mimpi Indonesia bebas korupsi, dan peran dalam pemberantasannya. Empat hal yang kalau benar-benar diinternalisasi bisa jadi pondasi tangguh, tapi kalau hanya jadi kalimat indah di spanduk, ya percuma.
Inspektur Daerah, Didit Fajar Putradi, menyebut kegiatan ini bagian dari rangkaian HAKORDIA 2025. Ada 150 peserta, sebagian hadir fisik, sebagian daring.
Bagus, rame. tetapi sebesar apa efeknya?
Sepanjang 2025, Inspektorat Garut sudah menggelar banyak program: edukasi antikorupsi untuk pelajar SMP, film pendek integritas, sampai SARIPATI yang digelar setiap Senin.
Programnya banyak, konsepnya keren.
Tinggal satu yang paling susah: memastikan bahwa semua itu tidak berhenti sebatas sertifikat digital.
Kegiatan seperti ini harus disambut positif, tapi juga perlu realistis, korupsi tidak tumbang karena seminar, webinar, atau slogan. Korupsi tumbang kalau orang-orang di dalam birokrasi benar-benar memutus rantai kompromi:
• Tidak jual-jual jabatan,
• Tidak mark-up proyek,
• Tidak main mata dalam perizinan,
• Tidak memeras demi ‘uang rokok’,
• Dan tidak menjadikan integritas sebagai hiasan rapat.
Semua orang tahu itu tinggal mau atau tidak.
Editorial ini tidak ingin meremehkan upaya Pemkab Garut. Langkah-langkah edukatif seperti ini tetap penting, tapi publik berhak skeptis karena terlalu sering dikecewakan oleh seremonial yang tidak melahirkan perubahan nyata.