Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan dua skenario:
- Skenario Utama: IHSG diperkirakan berada dalam gelombang koreksi (wave [iv]) dan berpotensi menguji area support 8.464 - 8.560 dalam jangka pendek.
- Worst Case Scenario: Jika pola gelombang berubah, IHSG berisiko terkoreksi lebih dalam menuju area psikologis 8.000-an.
Rekomendasi Analis untuk Saham Lainnya
Selain saham tambang, Indo Premier Sekuritas (IPOT) juga merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pekan ini:
- ARCI: Buy on pullback di Rp 1.500-1.550, target Rp 1.700.
- ASSA: Buy di Rp 1.180, target Rp 1.280.
- UNVR: Buy on breakout di Rp 2.800, target Rp 3.000.
::
Pembukaan IHSG yang menguat, terutama didorong sektor komoditas, memberikan sentimen positif di awal pekan. Namun, lompatan menuju 9.000 masih sangat bergantung pada realisasi dukungan kebijakan pemerintah dan meredanya ketegangan global, terutama terkait kerja sama dengan AS.
Strategi untuk Investor: Investor disarankan untuk mengambil posisi dengan hati-hati dan selektif. Momentum pada saham-saham seperti BUMI dan DEWA masih kuat, tetapi valuasi yang sudah tinggi memerlukan manajemen risiko yang ketat. Pantau perkembangan berita mengenai Framework Agreement AS-Indonesia sebagai katalis potensial yang dapat menggerakkan pasar secara signifikan. Untuk jangka pendek, waspadai potensi profit-taking dan koreksi teknis seperti yang diindikasikan analis. (**)