ragam

Wali Kota Bandung Isi Jabatan Strategis, ASN Diimbau Tingkatkan Integritas dan Pelayanan Publik

Kamis, 25 Desember 2025 | 08:12 WIB


[Locusonline.co, Bandung] Wali Kota Bandung, H. Farhan, melantik pejabat untuk mengisi sejumlah posisi strategis yang vital bagi pemerintahan kota. Pelantikan ini menandai berakhirnya antrean pengisian jabatan setelah melalui proses pembenahan administrasi yang ketat. Farhan menekankan bahwa integritas dan kemampuan mengatasi kompleksitas perkotaan menjadi dua fondasi utama bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan amanahnya.





Pelantikan Pejabat: Mengakhiri Antrean dan Memulai Komitmen Baru





Pelantikan pejabat ini diselenggarakan di Balai Kota Bandung pada Rabu, 24 Desember 2025. Proses ini merupakan klimaks dari upaya pembenahan sistem administrasi pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Bandung. Wali Kota Farhan menyatakan bahwa pelantikan ini telah dinanti-nantikan untuk memastikan kelancaran roda pemerintahan.





Pembenahan Administrasi Sebelum Pelantikan





Sebelum pelantikan, terjadi antrean pengisian jabatan akibat proses verifikasi dan penilaian yang mendalam. Wali Kota Farhan memastikan bahwa semua posisi kewilayahan esensial kini telah terisi dengan pejabat yang memenuhi syarat. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi kekosongan jabatan yang dapat menghambat pelayanan kepada masyarakat Kota Bandung.





Dalam sambutannya, Wali Kota Farhan memberikan dua pesan kunci yang harus dipegang teguh oleh setiap pejabat. Integritas disebut sebagai fondasi yang tidak bisa ditawar dalam menjalankan pemerintahan. Selain itu, para pejabat juga harus mampu menghadapi kompleksitas persoalan perkotaan yang semakin multidimensi, seperti yang dijelaskan dalam berbagai analisis kebijakan perkotaan terkini.





Fokus pada Pelayanan Publik dan Penyelesaian Masalah Kompleks





Arahan Wali Kota Bandung tidak hanya berhenti pada prinsip integritas, tetapi juga bagaimana prinsip itu diterjemahkan dalam tindakan nyata. Farhan meminta para ASN untuk fokus pada pelayanan publik dan bekerja secara kolaboratif antarunit. Tujuannya adalah agar setiap kebijakan pimpinan dapat diwujudkan dalam program yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.





Wali Kota Farhan mengambil contoh konkret persoalan sampah untuk menggambarkan tantangan yang dihadapi. Masalah sampah di Kota Bandung bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga menyangkut aspek kepatuhan hukum, edukasi publik, dan ketersediaan infrastruktur. Ia menegaskan bahwa diperlukan pendekatan terpadu, termasuk penyediaan lahan pengolahan sampah di tingkat kelurahan.





Jabatan sebagai Amanah, Bukan Hanya Posisi





Lebih dari sekadar titel struktural, Wali Kota Bandung menegaskan bahwa setiap jabatan adalah amanah. Setiap pejabat diminta memberikan kontribusi terbaik dengan menjunjung tinggi profesionalisme. Hal ini sejalan dengan semangat untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif, sebagaimana prinsip yang juga didorong dalam berbagai inisiatif reformasi birokrasi nasional.


Halaman:

Tags

Terkini