Untuk menjawab target tersebut, Erick memaparkan sejumlah langkah strategis. DPMPTSP mengusulkan penyesuaian sistem kerja internal dan penguatan struktur organisasi, dengan fokus pada pengembangan MPP agar lebih adaptif. Sekitar 80 persen ASN di lingkungannya saat ini merupakan pejabat fungsional, yang menurutnya justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan sistem kolaboratif berbasis kinerja.
“Dengan sistem kerja yang baru, koordinasi kita sederhana tanpa mengurangi tanggung jawab. Prinsipnya, kerja tetap cepat, target penanaman modal di Bandung tetap tercapai,” jelas Erick. Strategi ini menunjukkan komitmen untuk memangkas birokrasi dan menghilangkan hambatan, menciptakan jalur hijau bagi para investor.
Kerja Nyata Dimulai dari Halaman Sendiri
Kegiatan pagi itu ditutup dengan kerja bakti membersihkan lingkungan kantor DPMPTSP. Aksi simbolis ini merefleksikan filosofi yang ingin dibangun: memulai segala sesuatu dengan dasar yang bersih, tertib, dan gotong royong. Bagi jajaran DPMPTSP, ini adalah metafora untuk menyambut 2026—sebuah tahun di lingkungan kerja yang solid, sistem yang efisien, dan semangat pelayanan prima untuk mendukung percepatan realisasi investasi di Bandung.
Dengan kombinasi antara konsolidasi internal, inovasi layanan, transformasi birokrasi, dan target yang jelas, Pemerintah Kota Bandung melalui DPMPTSP menunjukkan kesiapan untuk menjadikan 2026 sebagai tahun akselerasi ekonomi. Keberhasilan melampaui target 2025 menjadi bahan bakar optimisme bahwa Rp11,363 triliun bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi sebuah tujuan yang dapat digapai dengan kerja keras, kolaborasi, dan pelayanan yang tak kenal henti. (**)