ragam

Dari Pakemitan ke Cinambo: 'Operasi Sedot' Sungai Cijangjawa Dimulai, Warga Berharap Banjir Tahun Depan Tinggal Kenangan

Rabu, 7 Januari 2026 | 15:38 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah konkret untuk menekan ancaman banjir di wilayah timur kota. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melakukan pemantauan langsung dan menginstruksikan percepatan normalisasi Sungai Cijangjawa yang melintasi Kecamatan Cinambo, Selasa (6/1/2026).





Monitoring ini merupakan bagian dari Program Prakarsa Bandung Utama yang difokuskan pada penanganan titik-titik rawan banjir kronis. Sungai Cijangjawa dipilih karena selama bertahun-tahun menjadi sumber genangan bagi permukiman di sekitarnya.





Dalam peninjauannya, Wali Kota Farhan memaparkan rencana aksi yang akan segera dilakukan. “Sungai akan diperlebar jalurnya dan dikeruk agar aliran airnya bisa mengalir dengan lancar dan tidak tersendat. Dengan begitu, dampak banjir bisa dikurangi,” jelas Farhan di Kelurahan Pakemitan.





Ia juga mengingatkan pentingnya penegakan aturan lingkungan. Farhan menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengawasi ketat sejumlah pabrik di kawasan tersebut agar tidak membuang limbah ke badan sungai, yang dapat memperparah pendangkalan dan pencemaran.





Wilayah terdampak dan Akar Masalah yang Kompleks





Aliran Sungai Cijangjawa diketahui secara langsung mempengaruhi beberapa wilayah permukiman, yaitu RW 03, RW 04, dan RW 05 Kelurahan Cisaranten Wetan, serta RW 05 Kelurahan Pakemitan. Kondisi sungai yang menyempit akibat sedimentasi dan dangkal membuat kapasitas tampungnya minim, sehingga air mudah meluap saat hujan dengan intensitas tinggi.





Lurah Pakemitan, Ria Hentidara, mengonfirmasi bahwa persoalan ini adalah masalah lama. “Sungai ini sudah lama menyebabkan kebanjiran. Salah satu kendalanya ada di pertigaan aliran sungai di atas Sungai Cijangjawa, sehingga alirannya kembali ke arah belakang (pemukiman),” paparnya.





Fenomena backflow atau aliran balik di pertigaan hulu ini menjadi faktor kunci yang memperparah banjir, menunjukkan bahwa penanganannya memerlukan pendekatan teknis yang tidak hanya sekadar pengerukan lokal.


Halaman:

Tags

Terkini