[Locusonline.co] KAB. BANDUNG – Menyikapi target besar pemerintahan baru, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengeluarkan instruksi tegas kepada jajarannya. Dalam kunjungan kerja dan ekspos program kerja Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tahun 2026, Rabu (7/1/2026) malam, Dadang meminta dinas terkait memaksimalkan peran sebagai garda terdepan dalam mendukung target swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Agenda utama yang ditekankan adalah peningkatan produksi beras Kabupaten Bandung sebagai kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah dan nasional.
Dalam rapat di Meeting Room Dinas Pertanian, Dadang menyampaikan bahwa kebijakan pangan nasional kini berorientasi pada penguatan produksi domestik. Target Presiden Prabowo adalah kemandirian pangan, bahkan berpotensi ekspor.
“Jika mengikuti arahan Presiden, tujuan utama yang ingin dicapai adalah swasembada pangan melalui peningkatan produksi. Indonesia harus mandiri dan tidak lagi bergantung pada impor,” tegas Dadang.
Sebagai salah satu kabupaten dengan lumbung padi potensial di Jawa Barat, Kabupaten Bandung diminta mengambil peran strategis. “Dengan data yang valid, Kabupaten Bandung bisa berkontribusi nyata dalam mencapai swasembada pangan,” tambahnya.
Langkah Konkret: Benahi Data, Genjot Infrastruktur, Evaluasi Program
Untuk mendukung target tersebut, Bupati menggarisbawahi tiga langkah utama:
- Pembenahan Data Pertanian: Dadang meminta pemetaan dan pembaruan data secara menyeluruh. Data jumlah petani, luas lahan sawah, dan lahan pertanian lainnya harus akurat. “Saya minta dilakukan pemetaan yang jelas terkait luas lahan sawah yang dimiliki,” pintanya. Data yang solid dianggap sebagai fondasi perencanaan yang efektif.
- Percepatan Infrastruktur Pendukung: Ketersediaan irigasi, jalan usaha tani, dan sarana prasarana lain dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas. Mengakui keterbatasan anggaran daerah, Dadang mendorong jajarannya aktif mengajukan proposal dukungan anggaran ke Kementerian Pertanian dan PUPR. “Pemerintah pusat membuka ruang untuk mendukung daerah yang serius meningkatkan produksi pangan,” ungkapnya.
- Evaluasi dan Realokasi Program: Seluruh program Dinas Pertanian diminta dievaluasi keselarasannya dengan prioritas nasional. Program yang dinilai tidak berdampak langsung harus dialihkan ke kegiatan yang lebih produktif bagi petani. “Program yang mendukung kebijakan prioritas Presiden harus menjadi prioritas daerah. Setiap kegiatan harus jelas hasil dan dampaknya,” tegas Dadang.
Tidak Hanya Beras: Sektor Peternakan untuk Dukung MBG
Selain tanaman pangan, Bupati juga mengarahkan penguatan sektor peternakan, khususnya produksi telur ayam. Fokus ini sejalan dengan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan besar, diperkirakan mencapai 1.000 ton telur per bulan.