ragam

Luas Kebun Sawit Jabar Setara Kota Bandung, Sukabumi Jadi Episentrum

Jumat, 9 Januari 2026 | 10:48 WIB




  • Cianjur: Segera menerapkan larangan pembukaan lahan baru dan mengkomunikasikan aturan ini kepada pengelola perkebunan.




  • Garut: Memanfaatkan momentum ini untuk mendorong keadilan agraria, meminta perusahaan sawit menyerahkan 20% lahan HGU-nya kepada masyarakat.




  • Cirebon: Menemukan kebun sawit baru seluas 6,5 hektare di lahan yang awalnya merupakan daerah penyangga mata air, tanpa koordinasi atau izin.





Sukabumi, Episentrum Sawit Jawa Barat





Ekspansi sawit di Jawa Barat tidak menyebar merata. Kabupaten Sukabumi tampil sebagai pusat utama. BPS mencatat 41,62 persen total areal kebun sawit Jawa Barat berada di wilayah ini.





Dominasi tersebut menjadikan Sukabumi tulang punggung rantai pasok minyak sawit dari Jawa Barat. Namun pada saat yang sama, beban ekologis dan tekanan terhadap sumber daya alam juga terkonsentrasi di wilayah ini—mulai dari perubahan bentang alam hingga potensi tekanan terhadap sumber air.





Dari Lahan ke Jutaan Liter Minyak Goreng





Skala lahan yang besar berbanding lurus dengan produksi. Sepanjang 2024, Jawa Barat memproduksi 46.753 ton minyak sawit. Jika dikonversi, jumlah ini setara dengan sekitar 52 juta liter minyak goreng—cukup untuk memenuhi kebutuhan jutaan rumah tangga.





Dari sisi ekonomi, sawit tampil sangat menggoda. BPS mencatat, 100 pohon sawit mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp14,2 juta per tahun, dengan biaya produksi sekitar Rp10,11 juta. Margin keuntungan yang bisa mencapai 141 persen menjelaskan mengapa komoditas ini terus menarik minat, bahkan di wilayah yang sebenarnya kurang ideal secara ekologis.





Pemerintah Pasang Rem: Sawit Dinilai Tak Cocok untuk Jabar





-




Di tengah laju ekspansi dan godaan keuntungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya mengambil sikap tegas. Kekhawatiran terhadap daya dukung lingkungan dan keseimbangan ekosistem mendorong diterbitkannya Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 525/KPG.03.04/REK tentang Pelarangan Penanaman Kelapa Sawit.





Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa Jawa Barat mulai mengoreksi arah pembangunan pertaniannya—tidak lagi sekadar mengejar produksi, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan ruang hidup.





Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa karakter geografis Jawa Barat tidak sejalan dengan industri sawit yang rakus lahan dan air.






“Jawa Barat itu kecil, wilayahnya sempit. Sawit butuh lahan luas, enggak cocok. Kita cocoknya teh, karet, kina, kopi,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya pada 31 Desember 2025.

Halaman:

Tags

Terkini