| Jenjang Pendidikan | Jumlah Sekolah | Total Anggaran (Rp) |
|---|---|---|
| Sekolah Dasar (SD) | 52 sekolah | 24,88 miliar |
| Sekolah Menengah Pertama (SMP) | 31 sekolah | 39,21 miliar |
| Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) | 31 sekolah | 10,61 miliar |
| Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) | 20 sekolah | 33,45 miliar |
| Sekolah Menengah Atas (SMA) | 15 sekolah | 18,46 miliar |
| Sekolah Luar Biasa (SLB) | 5 sekolah | 6,59 miliar |
| Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) | 2 lembaga | 690,14 juta |
Revitalisasi Nasional dan Strategi Swakelola
Program di Garut adalah bagian kecil dari target nasional yang ambisius. Pada tahun anggaran 2025, pemerintah menargetkan 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia untuk direvitalisasi, dan 95% di antaranya telah selesai.
Abdul Mu’ti bahkan membocorkan rencana penambahan target menjadi 60.000 sekolah pada tahun 2026, sebagai bagian dari komitmen membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sesuai visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu kunci percepatan yang ditekankan Mendikdasmen adalah pengerjaan secara swakelola oleh satuan pendidikan. Metode ini disebut memberikan dampak positif berupa penyelesaian yang lebih cepat, tepat sasaran, serta mampu menyerap tenaga kerja lokal di sekitar sekolah.
Infrastruktur vs. Isu Sosial: Dua Sisi Mata Uang Pendidikan
Di balik kesuksesan peresmian bangunan sekolah yang baru, Bupati Garut menyoroti bahwa perbaikan fisik hanyalah satu sisi dari koin pembangunan pendidikan.
Angka putus sekolah yang tinggi menjadi tantangan krusial yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan ruang kelas yang bagus. Untuk merespons ini, Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk menyelaraskan kuantitas dan kualitas.
Mereka akan menggalakkan kompetisi cerdas cermat untuk meningkatkan literasi dan sains, serta program khusus untuk mengasah kemampuan numerasi siswa. Tujuannya adalah membangun fighting spirit atau semangat juang anak-anak Garut melalui budaya berkompetisi yang sehat.
Peran Muhammadiyah dan Gerakan Karakter
Revitalisasi ini juga mengapresiasi peran organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah. Bupati menyebut Muhammadiyah telah membantu pemerintah menyediakan akses pendidikan hingga ke pelosok Garut.
Dalam kunjungan yang sama, Mendikdasmen juga menyempatkan diri untuk mengkampanyekan Gerakan Rukun Sama Teman di SMPN 1 Tarogong Kaler, yang diikuti ratusan siswa.