ragam

BBNI Pimpin Reli, Perbankan Seakan Dapat Angin Segar dari Arah BI

Kamis, 15 Januari 2026 | 14:16 WIB


[Locusonline.co] Jakarta – Pasar saham Indonesia kembali mencatat hari yang positif, dengan sektor perbankan menjadi salah satu penggerak utama. Pada perdagangan Selasa (13/1), saham-saham big banks kompak menghijau, dipimpin oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang melesat 2.84% menjadi Rp 4.340.





Penguatan ini tidak hanya mencerminkan sentimen harian yang baik, tetapi juga berselaras dengan proyeksi pemulihan fundamental sektor perbankan yang diprediksi analis akan berlangsung sepanjang tahun 2026.





Sentimen Positif Perbankan dan Proyeksi Pemulihan





Performa BBNI hari ini melampaui rekan-rekan sektornya. Saham Bank Mandiri (BMRI) menguat 1.05% ke Rp 4.820, Bank Central Asia (BBCA) naik 0.62% ke Rp 8.075, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) bertambah 0.54% menjadi Rp 3.720.





Analis melihat reli hari ini sebagai bagian dari momentum yang lebih besar. Setelah mengalami tekanan sepanjang 2025, industri perbankan diproyeksikan memasuki fase pemulihan pada 2026. Faktor kunci pendorongnya adalah ekspektasi penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI).





Penurunan suku bunga BI yang diperkirakan akan terjadi menjadi katalis positif utama bagi sektor perbankan. Ketika suku bunga acuan turun, biaya dana (cost of fund/CoF) bagi bank cenderung menurun lebih cepat daripada penyesuaian suku bunga kredit.





Proses ini dapat mendorong ekspansi margin bunga bersih (net interest margin/NIM) secara bertahap, yang selama 2025 sempat tertekan. RHB Sekuritas memproyeksikan laba perbankan dapat tumbuh sekitar 12% secara tahunan pada akhir 2026, berbalik dari penurunan yang diperkirakan terjadi pada 2025.





Analisis Potensi dan Peringatan untuk Investor





Dalam laporannya, RHB Sekuritas memberikan rekomendasi beli (buy) untuk sejumlah saham perbankan dengan target harga yang menarik. Berikut adalah analisis fundamental dan teknis singkat untuk beberapa saham big banks:


Halaman:

Tags

Terkini