ragam

Mayoritas Pemulung dan Gelandangan, 77 PMKS Terjaring Operasi Dinsos Bandung

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:41 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG — Dalam rangkaian operasi penjangkauan dini hari pada Jumat (16/1/2026), Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung bersama tim gabungan berhasil menjangkau 77 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau sering disebut tunawisma, gelandangan, dan pengemis. Operasi yang digelar pukul 03.00-06.00 WIB ini menyasar sejumlah titik strategis jelang akhir pekan panjang (long weekend).





Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, menjelaskan operasi melibatkan dua regu besar yang terdiri dari Satpol PP, Dinsos, Damkar, DLH, camat, relawan, pekerja sosial, Linmas, dan Komisi Perlindungan Anak. "Ini bagian dari upaya edukatif dan preventif. Mudah-mudahan selama long weekend, kawasan strategis seperti alun-alun dan Asia Afrika sudah tidak terlihat lagi PPKS di jalanan," harap Yorisa.





77 Orang Terjaring





Operasi ini memberikan gambaran rinci tentang populasi tunawisma di Kota Bandung. Dari 77 orang yang terjaring, mayoritas (84% atau 65 orang) adalah laki-laki, sementara perempuan berjumlah 12 orang.





Berdasarkan kategori, komposisinya adalah:






  • Pemulung: 36 orang (terbanyak)




  • Gelandangan: 31 orang




  • Pengemis: 4 orang




  • Lansia Terlantar: 3 orang




  • Anak Terlantar: 3 orang





Yang menarik, data asal daerah menunjukkan bahwa mereka bukan hanya warga Bandung. Sebanyak 20 orang mengaku berasal dari Kota Bandung, dan 20 orang lainnya dari Kabupaten Bandung. Namun, ada pula yang berasal dari daerah lain seperti Cianjur, Garut, Bandung Barat, bahkan hingga Klaten, Lampung, Jakarta Selatan, Medan, dan Surabaya.





Tantangan Penampungan dan Koordinasi Antar-Daerah





Setelah dijangkau, seluruh 77 orang ini ditampung sementara di Kantor Dinsos Kota Bandung untuk menjalani bimbingan mental dan asesmen. Namun, di sinilah tantangan sesungguhnya muncul.





Yorisa dengan jujur mengakui keterbatasan kapasitas. "Kalau ditampung semua di rumah singgah Kota Bandung tentu tidak akan muat. Karena itu kami perlu berbagi penanganan dengan kabupaten/kota lain dan berkoordinasi agar yang bersangkutan bisa dipertanggungjawabkan kembali kepada keluarganya," ujarnya.


Halaman:

Tags

Terkini