[Locusonline.co] GARUT – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menggelar Apel Gabungan aparatur sipil negara (ASN) dengan pesan strategis yang menyentuh dua poros utama pemerintahan modern: keselarasan program kerja dengan visi pimpinan dan kesigapan menghadapi dinamika ruang digital. Acara yang berlangsung di Lapangan Setda Garut, Senin (19/1/2026), sekaligus menjadi momentum pemberian penghargaan bagi 28 pemuda berprestasi dan 3 relawan Palang Merah Indonesia (PMI).
Dalam arahannya, Nurdin Yana menekankan bahwa tahun 2026 merupakan periode krusial untuk mengukir legacy atau warisan nyata dari kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Garut. Ia menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengonsentrasikan perencanaan dan eksekusi anggaran pada dua proyek prioritas: penguatan infrastruktur pariwisata untuk membangkitkan ikon Garut, serta pengembangan ekonomi kerakyatan.
"Target pimpinan tidak boleh terhambat oleh ketidaksiapan kita. Setiap program harus dilaksanakan dengan optimal, tidak hanya sebagai tugas administratif, tetapi sebagai panggilan untuk membangun," tegas Nurdin di hadapan ratusan ASN.
Tantangan Era Digital: ASN Diminta Proaktif "Cover" dan Responsif
Poin yang paling mendapat sorotan dalam arahan Sekda adalah tekanan pada literasi digital dan manajemen komunikasi publik bagi ASN. Nurdin Yana secara gamblang menyebut kekuatan media sosial sebagai "tolok ukur penilaian masyarakat" yang tidak boleh diabaikan.
"Ini era di mana isu viral bisa menjadi ukuran kinerja kita. Saya minta seluruh jajaran untuk tidak menafikan (mengabaikan) dinamika di ruang digital. Ketika ada isu yang berkembang, tugas kita adalah meminimalisir dampak negatifnya, melakukan cover (tindakan penanganan dan klarifikasi), dan paling penting, bersikap responsif terhadap aspirasi masyarakat," paparnya.
Pernyataan ini dinilai sebagai pengakuan resmi pemerintah daerah akan pentingnya kecepatan respons, transparansi, dan pendekatan proaktif dalam menjaga kepercayaan publik di tengah arus informasi yang masif.