"Di tengah detail regulasi dan angka-angka itu, satu hal yang paling dirasakan para pegawai saat ini, hanyalah satu yaitu saldo yang belum bertambah. Hingga izin prinsip turun dan pencairan dilakukan, TPP Pemprov Jawa Barat masih berstatus janji resmi, sah, tapi sementara waktu tak bisa disentuh."
LOCUSONLINE, BANDUNG - Rutinitas tanggal 13 yang biasanya ditandai bunyi notifikasi bank, bulan ini berubah jadi ujian mental massal. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak kunjung mendarat di rekening. Total yang menunggu bukan sedikit, 25.736 PNS dan 731 CPNS ikut antre harapan, sambil memastikan aplikasi mobile banking tidak error.
TPP yang selama ini dikenal sebagai “penguat semangat kerja” itu biasanya cair rutin setiap tanggal 13. Namun hingga Kamis, 22 Januari 2026, saldo yang dinanti belum juga muncul. Padahal, nilainya tidak main-main, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta per bulan, tergantung beban kerja, jabatan, dan indikator kinerja lainnya. Dana itu bersumber dari APBD Jawa Barat dengan total anggaran bernilai miliaran rupiah setiap bulan.
Di internal birokrasi, keterlambatan ini menjadi bahan obrolan yang lebih ramai dari agenda rapat. Seorang PNS mengaku sudah berkali-kali mengecek rekening, hasilnya nihil.
“Biasanya tanggal 13 sudah masuk. Kalau tanggal merah, paling mundur sehari. Ini sudah lewat jauh,” katanya.
Nada serupa terdengar dari ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Pemprov Jabar. Menurutnya, TPP lazimnya cair sebelum tanggal 16.
“Sekarang sudah lewat tanggal 20, saldo masih setia seperti awal bulan,” ujarnya.