Untuk mempermudah tugas pokok dan fungsinya, DKG dikelola melalui delapan komite kesenian yang mencakup berbagai cabang seni:
Struktur komite yang komprehensif ini dirancang untuk memastikan setiap cabang seni mendapatkan perhatian dan pembinaan yang memadai, sekaligus memudahkan koordinasi dengan pemerintah dan stakeholder lainnya.
Visi Masa Depan: Sinergi Seni, Pariwisata, dan Ekonomi Kerakyatan
Musyawarah ini merefleksikan upaya serius Garut untuk tidak hanya melestarikan, tetapi juga memanfaatkan kekayaan budaya sebagai penggerak ekonomi. Langkah ini sejalan dengan visi "Garut Hebat dan Berkelanjutan" yang dicanangkan Bupati Abdusy Syakur Amin.
Beberapa strategi potensial yang dapat dikembangkan dari sinergi ini antara lain:
- Paket Wisata Berbasis Budaya: Mengintegrasikan pertunjukan Lengser Garut, Tembang Cianjuran, atau Silat sebagai atraksi unggulan dalam paket wisata.
- Pelatihan dan Sertifikasi Pelaku Seni: Meningkatkan kapasitas dan kualitas seniman agar dapat bersaing di tingkat regional dan nasional.
- Pengembangan Produk Kreatif: Mendukung seniman perajin, pelukis, dan sastrawan untuk menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi, seperti suvenir khas Garut.
- Festival Seni Tahunan: Menyelenggarakan event berkala yang dapat menjadi magnet wisatawan dan ajang promosi seni-budaya Garut.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Anting Irawan berharap kepengurusan DKG yang baru dapat bekerja secara profesional, tertib administrasi, serta memiliki tanggung jawab tinggi kepada pemerintah dan masyarakat. Tantangan utama ke depan adalah bagaimana mentransformasi warisan budaya yang kaya menjadi aset ekonomi yang berkelanjutan, tanpa menghilangkan roh dan nilai-nilai luhur yang dikandungnya.
Dengan dukungan penuh dari Disparbud dan komitmen para pelaku seni, DKG Garut berpotensi menjadi model pengelolaan kesenian daerah yang tidak hanya sukses melestarikan budaya, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemasukan daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Langkah strategis ini diharapkan dapat mengukuhkan posisi Garut tidak hanya sebagai Kabupaten Kreatif, tetapi juga sebagai destinasi budaya unggulan di Jawa Barat yang mampu menarik perhatian lebih luas. (**)