ragam

Sekda Garut: Pesantren adalah Pilar Strategis Pembangunan Akhlak dan Karakter Masyarakat

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:37 WIB



Dengan mengutip pemikiran ulama besar, Imam Asy-Sya'rani, Kyai Atjeng menekankan adab seorang murid terhadap gurunya. "Seorang murid, seorang santri, sehebat apapun ilmu dirinya, dia tidak boleh merasa lebih hebat dari gurunya," tegasnya di hadapan para santri dan jamaah.





Pesan ini bukan sekadar nasihat agama, tetapi mengandung nilai kebangsaan yang dalam—menghormati tradisi keilmuan, menjaga kesinambungan pengetahuan, dan mencegah sikap arogan intelektual yang dapat merusak tatanan sosial.





Pesantren Fauzan: Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan





Haol Akbar ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri Pondok Pesantren Fauzan yang telah berkontribusi besar dalam menyebarkan syiar Islam dan mencerdaskan masyarakat Garut. Acara ini menunjukkan bahwa pesantren bukanlah institusi yang tertutup, melainkan bagian dari ekosistem pembangunan daerah yang terbuka untuk sinergi.





Kehadiran Sekda Garut dalam acara keagamaan ini memiliki makna strategis yang lebih luas. Dalam konteks pembangunan Garut, pesantren berperan dalam beberapa aspek krusial:






  1. Pembangunan SDM Berkarakter: Sebagai lembaga yang menekankan pendidikan akhlak dan moral, pesantren mencetak generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial.




  2. Stabilitas Sosial: Melalui pengajaran nilai-nilai moderasi, toleransi, dan ukhuwah islamiyah, pesantren berkontribusi pada terciptanya kerukunan dan stabilitas sosial di tengah masyarakat.




  3. Penguatan Kearifan Lokal: Dengan menggunakan bahasa Sunda dalam penyampaiannya (seperti yang dilakukan Sekda Nurdin Yana), pesantren sekaligus menjadi penjaga dan pengembang kearifan lokal Garut.




  4. Mitra Program Pemerintah: Pesantren dapat menjadi mitra efektif dalam program-program pemerintah seperti pencegahan radikalisme, penyuluhan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.





Vis ke Depan: Sinergi yang Lebih Kuat





Pernyataan Sekda Nurdin Yana ini mengisyaratkan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan pesantren. Dalam berbagai kesempatan, Nurdin Yana sering menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun Garut.





Ke depan, sinergi ini dapat diwujudkan dalam bentuk:






  • Program Beasiswa: Pemerintah daerah dapat membuat program beasiswa khusus bagi santri berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.




  • Pelatihan Keterampilan: Mengintegrasikan pesantren dalam program pelatihan keterampilan (vocational training) untuk meningkatkan daya saing ekonomi santri.




  • Forum Konsultasi Rutin: Membuat forum konsultasi rutin antara pemerintah daerah dan pimpinan pesantren untuk menyelaraskan program pembangunan.





Dengan menghargai peran strategis pesantren dan membangun sinergi yang kuat, Garut tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun benteng moral yang kokoh untuk menghadapi tantangan zaman. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas manusia Garut di masa depan. (**)


Halaman:

Tags

Terkini