ragam

Evakuasi Berlanjut, 7 Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi, 9 Masih Menunggu Kepastian

Senin, 26 Januari 2026 | 09:42 WIB
generated by AI



Penanganan jenazah dalam tragedi longsor Cisarua dilakukan dengan sangat hati-hati, mengutamakan akurasi dan martabat kemanusiaan, meskipun data statistik dari berbagai pihak menunjukkan perbedaan yang wajar dalam situasi darurat ini.






[Locusonline.co] Bandung Barat - Operasi pencarian dan evakuasi korban tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki fase yang memilukan namun kritis. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima 16 kantong jenazah, di mana proses identifikasi yang teliti dan berbelas kasih telah berhasil mengembalikan identitas tujuh korban kepada keluarganya. Proses ini masih berlanjut untuk sembilan jenazah lainnya, sementara operasi penyelamatan secara besar-besaran terus digelar untuk menemukan puluhan warga yang masih hilang.





Bencana yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB di Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, ini merupakan peristiwa alam yang dahsyat. Seorang saksi mata, Wahyu, menggambarkan momen menegangkan sebelum longsor: suara gemuruh keras dari arah perbukitan yang kemudian disusul gerakan tanah besar.





Data Korban: Situasi yang Masih Bergerak Dinamis





Data korban terus mengalami pembaruan seiring intensifikasi operasi pencarian oleh tim gabungan yang melibatkan ratusan personel. Hingga Minggu sore, 25 Januari 2026, berbagai sumber melaporkan angka yang masih berfluktuasi—suatu hal yang wajar dalam situasi darurat bencana skala besar. Berikut ringkasan perkembangan terbaru:





AspekData Terkini (per 25-26 Januari 2026)Sumber & Keterangan
Total Jiwa Terdampak113 jiwa (34 Kepala Keluarga)Dampak langsung.
Korban Meninggal (Ditemukan)16 kantong jenazah diterima DVI (BNPB: 25 kantong)Perbedaan angka mungkin karena proses administrasi dan waktu laporan.
Korban Teridentifikasi7 orang telah dipastikan identitasnya.Melalui pemeriksaan medis forensik dan pencocokan data.
Korban Belum Ditemukan81-83 orang masih dalam pencarian.Operasi SAR masih berlangsung intensif.
Korban Selamat23 orang berhasil diselamatkan.Telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan.




Identitas ketujuh korban yang telah berhasil dikembalikan kepada keluarganya adalah: Suryana (57), Jajang Tarta (35), Nining (40), Dadang Apung (60), Nurhayati (42), M. Kori (30), dan Lina Lismayanti (43). Mereka terdiri dari warga dengan rentang usia produktif hingga lanjut usia.





Proses identifikasi jenazah korban bencana yang seringkali mengalami kondisi yang tidak utuh merupakan tugas yang sangat kompleks dan membutuhkan kehati-hatian tinggi. Tim DVI Polda Jabar, yang terdiri dari tenaga medis dan ahli forensik, menjalankan protokol berlapis untuk memastikan akurasi.






  • Pemeriksaan Medis Forensik: Dilakukan secara menyeluruh pada jenazah yang kondisi fisiknya memungkinkan.




  • Pencocokan Data Ante Mortem: Tim mengumpulkan data ciri-ciri fisik, riwayat kesehatan, dan informasi pribadi dari keluarga korban untuk dicocokkan.




  • Pengambilan Sampel DNA: Untuk jenazah yang belum teridentifikasi melalui pemeriksaan visual, sampel DNA diambil. Sampel ini kemudian dicocokkan dengan DNA keluarga yang melapor. Jenazah yang belum teridentifikasi untuk sementara disimpan di RSUD Cibabat, Cimahi, untuk menjaga kondisi mereka selama proses identifikasi lanjutan.




  • Verifikasi Akhir: Hasil identifikasi divalidasi bersama keluarga korban sebelum dipastikan.





Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jabar, menegaskan bahwa seluruh proses ini mengutamakan prinsip kehati-hatian dan kemanusiaan, serta didukung teknologi mutakhir untuk meminimalisasi kesalahan dan mengembalikan jenazah kepada keluarga yang tepat dengan bermartabat.


Halaman:

Tags

Terkini