Kerusakan tercatat di sejumlah desa, antara lain Desa Mekarmukti (2 titik), Sukamaju (2 titik), Sukamulya (10 titik), Mekarmulya (5 titik), Selaawi (4 titik), dan Sukalaksana (6 titik). Pemerintah setempat bersama BPBD Garut telah turun langsung ke lokasi, termasuk mendampingi keluarga korban di rumah duka.
Sementara itu, warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan memilih bergerak cepat. Perbaikan darurat dilakukan secara mandiri sembari menunggu tindak lanjut bantuan.
“Untuk kerusakan ringan, warga sudah mulai memperbaiki sendiri. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, dan saat ini bersama BPBD Garut berada di rumah duka,” tambah Wiati.
Cuaca ekstrem rupanya tidak hanya menyasar Talegong. Di Kecamatan Samarang, sebuah pohon besar tumbang hingga menutup total akses jalan menuju Pesantren Jawiyah di Kampung Kalikingemped. Laporan serupa juga datang dari Kecamatan Banjarwangi dan Pasirwangi.
Tak berhenti di situ, hujan dan angin juga memicu longsor di Kampung Jembatan Dua, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening. Material longsor sempat menyumbat saluran irigasi, namun petugas berhasil menangani lokasi tersebut sehingga aliran air ke sawah warga kembali normal.
Pemerintah daerah mengimbau warga di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mengintai dan tidak pernah mengirim undangan terlebih dahulu.*****