ragam

Tanam Pohon atau Menunggu Longsor? Pesan Tegas Bupati Garut

Senin, 26 Januari 2026 | 15:45 WIB



Bupati memberi mandat langsung kepada para camat dan kepala desa untuk mengambil tindakan nyata. “Camat dan Kepala Desa saya minta untuk tidak bosan-bosannya menghimbau, mengajak, bahkan memerintahkan warga untuk menjaga lingkungan. Jangan merusak alam. Jangan menunggu ada bencana atau ada korban baru kita bergerak,” tegasnya.





Pemerintah Kabupaten Garut merancang strategi mitigasi yang sistematis, mengintegrasikan pendekatan persuasif dengan program struktural jangka panjang. Berikut peta jalan yang telah digariskan:





-




Peta jalan ini menggambarkan perjalanan Garut dari kesadaran, melalui aksi pencegahan konkret, menuju tata kelola lingkungan yang lebih berkelanjutan dan tangguh.





Langkah Konkret Jangka Pendek: Gerakan Penanaman Pohon





Sebagai langkah nyata pertama, Pemkab Garut berencana meluncurkan gerakan penanaman pohon keras secara masif dalam waktu dekat. Bibit pohon keras telah disiapkan melalui koordinasi dengan lembaga terkait.





“Mendingan dana itu dikumpulkan dan diupayakan untuk mitigasi pencegahan. Ini mohon jadi pengingat bagi teman-teman semua. Jaga lingkungan kita,” tandas Bupati Syakur.





Langkah-langkah yang diambil Pemkab Garut ini menunjukkan beberapa perkembangan strategis:






  1. Perubahan Paradigma: Dari penanganan darurat (reaktif) menuju pencegahan berbasis lingkungan (proaktif).




  2. Pendekatan Holistik: Menggabungkan aspek sosial (himbaun kepada masyarakat), regulasi (peran aktif aparat), dan lingkungan (rehabilitasi lahan).




  3. Orientasi Jangka Panjang: Penanaman pohon keras menunjukkan komitmen untuk membangun ketahanan ekosistem yang berkelanjutan.




  4. Kepemimpinan Lokal yang Visioner: Instruksi tegas Bupati kepada camat dan kepala desa menciptakan sistem komando yang jelas dan terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga desa.





Tantangan ke Depan dan Rekomendasi Kebijakan





Meski memiliki visi yang jelas, implementasi program ini akan menghadapi sejumlah tantangan:






  • Resistensi Ekonomi: Masyarakat yang bergantung pada lahan pertanian di kawasan miring mungkin memerlukan alternatif mata pencaharian sebelum bersedia mengubah pola tanam.




  • Koordinasi Lintas Sektor: Perlu melibatkan Dinas Kehutanan, Pertanian, PUPR, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam satu kesatuan rencana aksi.




  • Pemantauan dan Evaluasi: Dibutuhkan sistem pemantauan yang kuat untuk memastikan pohon yang ditanam tumbuh dengan baik dan tidak digantikan kembali dengan tanaman semusim.





Rekomendasi kebijakan untuk memperkuat inisiatif ini antara lain:

Halaman:

Tags

Terkini