ragam

Momentum Satu Abad NU Jadi Titik Balik Pemberdayaan Ekonomi

Selasa, 27 Januari 2026 | 10:57 WIB



Pada peringatan satu abad NU, Bupati memberikan penjelasan spesifik mengenai bentuk dukungan tersebut :






  • Skema Modal Hingga Rp10 Juta: Pemerintah akan memfasilitasi akses ke pembiayaan dengan suku bunga hanya 3% per tahun. Skema ini sejalan dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersubsidi pemerintah yang telah banyak digaungkan untuk peternak dan UMKM di Garut .




  • Pembiayaan Skala Lebih Besar Tanpa Agunan: Untuk usaha yang membutuhkan modal lebih besar, pemerintah berupaya menyediakan skema pembiayaan tanpa agunan melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan, seperti Bank BJB .





Dukungan Sistemik dan Tantangan yang Dihadapi





Upaya ini didukung oleh kerangka kerja sama yang solid antara Pemkab Garut dan OJK Jawa Barat melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Sinergi ini telah berbuah manis, ditandai dengan capaian Garut sebagai peringkat ketiga se-Jawa Barat dalam penyaluran KUR dan komitmen untuk terus meningkatkan literasi serta inklusi keuangan, termasuk keuangan syariah yang potensial dikembangkan melalui jaringan pondok pesantren .





Namun, beberapa tantangan masih menghadang. Meski Rp1,2 triliun KUR telah tersalurkan ke 30 ribu UMKM Garut hingga September 2025, masih banyak pelaku usaha yang belum terjangkau . Kendala umum yang dihadapi antara lain masalah pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau BI Checking yang menghambat akses ke perbankan formal bagi mereka yang memiliki riwayat kredit bermasalah, sekalipun telah memiliki aset seperti sertifikat tanah .





Peta Jalan Kolaborasi NU dan Pemerintah Daerah





Peluncuran dukungan permodalan dalam momentum satu abad NU ini dapat dilihat sebagai titik awal dari sebuah peta jalan kolaborasi yang lebih terstruktur. Strategi ini melengkapi berbagai program ekonomi pemerintah yang sudah berjalan, seperti penguatan UMKM sebagai supplier program nasional, pengembangan ekonomi kreatif dan industri kulit, serta pendampingan digitalisasi usaha .





Berikut adalah tiga pilar utama yang dapat dikembangkan dari kolaborasi ini:





-




Melihat ke Depan: Dari Ritual Keagamaan ke Penggerak Ekonomi Umat





Peringatan satu abad NU di Garut, yang dimeriahkan oleh Mukercab, pameran bazar lebih dari 200 UMKM, dan apel kebangsaan, telah menjadi simbol peralihan yang signifikan . Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini tidak hanya mempertahankan peran tradisionalnya, tetapi juga secara aktif merangkul peran baru sebagai katalisator ekonomi kerakyatan.





Dengan komitmen kuat dari pimpinan daerah dan infrastruktur keuangan yang semakin diperkuat, langkah NU Garut ini berpotensi menjadi model pemberdayaan berbasis komunitas keagamaan yang dapat direplikasi di daerah lain. Sinergi antara kekuatan sosial-kultural NU dan sumber daya kebijakan serta keuangan pemerintah daerah ini diharapkan dapat mengakselerasi kemandirian ekonomi umat, mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata, dan memberikan makna baru yang lebih aplikatif bagi semangat khidmatul ummah di abad kedua perjalanan NU. (**)


Halaman:

Tags

Terkini