Sebagaimana diketahui, SMA YBHM sempat disegel pada Senin, 12 Januari 2026, sebagai buntut dari sengketa lahan yang hingga kini masih dalam proses penyelesaian. Penyegelan tersebut berdampak pada aktivitas belajar mengajar dan fasilitas sekolah.
Dengan adanya bantuan ini, GLMPK berharap perhatian publik dan para pemangku kepentingan tidak hanya terfokus pada aspek sengketa, tetapi juga pada keberlangsungan pendidikan dan masa depan para siswa.
“Anak-anak harus tetap belajar, duduk dengan layak, dan menatap masa depan. Itu pesan utama dari bantuan ini,” tutup Ridwan.*****