Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR Muhamad Misbakhun menyatakan bahwa Thomas dipilih karena dinilai sebagai figur yang dapat diterima semua fraksi dan mampu menjelaskan pentingnya sinergi fiskal-moneter . DPR juga menekankan bahwa keputusan di BI diambil secara kolektif-kolegial oleh Dewan Gubernur, sehingga mengurangi risiko keputusan individual yang bias .
Independensi Diuji dalam Praktik
Pelantikan Thomas A.M. Djiwandono dan kemungkinan masuknya Juda Agung ke Kemenkeu adalah eksperimen tata kelola ekonomi yang menarik. Di satu sisi, ini bisa menjadi formula jitu untuk mengharmonikan dua kebijakan ekonomi terpenting di Indonesia. Di sisi lain, ini adalah ujian nyata bagi prinsip independensi BI yang diamanatkan undang-undang.
Keberhasilan atau kegagalan "tukar tempat" ini tidak akan diukur dari kesamaan persepesi semata, tetapi dari kemampuan BI untuk tetap mengambil keputusan moneter yang objektif, berlandaskan data, dan demi stabilitas nilai rupiah jangka panjang—bahkan ketika keputusan tersebut mungkin tidak sejalan dengan keinginan pendanaan fiskal pemerintah saat itu. Pengawasan publik, DPR, dan komunitas ekonom terhadap setiap keputusan BI ke depan akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa koordinasi yang baik tidak berubah menjadi kolusi yang berbahaya. (**)