Upaya ini juga sejalan dengan Surat Edaran Bupati Bandung tentang mitigasi bencana dampak hidrometeorologi, yang menginstruksikan peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit pascabanjir, termasuk DBD dan diare. Hal ini menunjukkan koordinasi yang kuat antara Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait lainnya dalam menghadapi ancaman kesehatan musiman.
Meski angka penurunan kasus menggembirakan, ancaman DBD tetap nyata seiring dengan tingginya curah hujan yang menciptakan banyak genangan air—habitat ideal nyamuk Aedes aegypti. Kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menerapkan 3M Plus di lingkungan masing-masing tetap menjadi benteng utama untuk mempertahankan tren positif ini dan mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di Kabupaten Bandung. (**)