ragam

Bitcoin Anjlok 7% ke Level Terendah Sejak November 2025, Likuidasi Tembus USD 1,68 Miliar

Minggu, 1 Februari 2026 | 11:12 WIB



3. Faktor Teknis dan Arus Keluar ETF





Tekanan tambahan datang dari arus keluar bersih (net outflow) dana dari Bitcoin Spot ETF di AS yang mencapai USD 1,1 miliar dalam lima hari berturut-turut, mengindikasikan investor institusional dan ritel sedang mengurangi risiko (de-risking). Selain itu, kedaluwarsa opsi (options expiry) besar senilai USD 8,8 miliar juga menambah volatilitas.





Dampak Pasar: Semuanya Merah, Volatilitas Tertinggi





Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Seluruh pasar kripto tenggelam dalam lautan merah, menandai koreksi luas.






  • Ethereum (ETH): Terperosok 11,76% ke level USD 2.387,77, dengan likuidasi yang signifikan.




  • Altcoin Mayor: Aset seperti Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Dogecoin (DOGE) juga terkoreksi antara 5-8% dalam 24 jam.




  • Kapitalisasi Pasar Global: Menyusut signifikan, turun sekitar 5% mendekati angka USD 2,87 triliun.





Prospek & Strategi: Apakah Ini Awal Bear Market?





Para analis memiliki pandangan beragam, namun cenderung melihat ini sebagai koreksi brutal yang sehat setelah euforia kenaikan harga sebelumnya.






  • Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur: Menekankan bahwa Bitcoin di 2026 sangat dipengaruhi faktor makro dan arus ETF. Ia menyebut, selama Bitcoin bertahan di atas support kunci (saat ini diuji di kisaran USD 80.000 - 81.000), tren jangka menengah masih terjaga.




  • Pantera Capital: Dalam laporannya, firma venture capital terkemuka ini menyatakan bahwa meski 2025 tahun yang sulit, fundamental jangka panjang masih kuat dengan adopsi institusional yang terus meluas.




  • Indodax, Antony Kusuma: Mengingatkan investor untuk memahami konteks risiko dan mempertimbangkan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) untuk mengurangi dampak volatilitas jangka pendek.





Panduan bagi Investor:






  1. Hindari Leverage Tinggi: Kondisi pasar sangat tidak stabil. Hindari trading dengan leverage besar yang bisa menghapus modal dengan cepat.




  2. Pantau Level Support Kritis: USD 80.000 menjadi level psikologis dan support penting. Jika tembus, potensi koreksi lebih dalam ke USD 75.000-78.000 terbuka.




  3. Fokus pada Jangka Panjang (HODL): Bagi investor long-term, periode koreksi bisa menjadi peluang akumulasi aset digital berkualitas dengan harga lebih menarik, tentu saja dengan alokasi portofolio yang prudent.




  4. Waspada Katalis Makro: Perkembangan penunjukan Ketua The Fed, data inflasi AS, dan arus ETF minggu depan akan menjadi penentu arah pasar.





Penurunan 7% Bitcoin adalah tamparan keras yang mengingatkan kembali akan volatilitas ekstrem dan risiko leverage di pasar kripto. Meski didorong sentimen makro yang tiba-tiba hawkish, kejadian ini juga berfungsi membersihkan pasar dari spekulasi berlebihan. Masa volatilitas tinggi diperkirakan masih berlanjut 1-2 minggu ke depan, di mana ketahanan investor dan kedisiplinan manajemen risiko akan diuji seiring pasar menanti kepastian kebijakan dari Washington. (**)


Halaman:

Tags

Terkini