ragam

Sesar Lembang Culture, Mitigasi Bencana Ala Bandung yang Santai dan Berkesenian

Senin, 2 Februari 2026 | 05:50 WIB


[Locusonline.co] Bandung — Berbeda dari citra seram bencana, komunitas Sesar Lembang Culture justru menawarkan edukasi mitigasi gempa dengan cara yang rileks, kreatif, dan artistik. Berlokasi di Titik Kumpul Sesar Lembang Culture Backyard, Dago Utara, ruang publik ini dikelola sebagai wadah kolaborasi komunitas sekaligus pusat literasi kebencanaan yang unik.





Komunitas ini muncul dari kesadaran akan potensi aktivitas Sesar Lembang yang membentang sepanjang 29 kilometer di utara Bandung. Berdasarkan kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sesar aktif ini berpotensi memengaruhi kawasan aglomerasi Bandung Raya dengan jumlah penduduk sekitar 9 juta jiwa.





"Literasi mitigasi bencana adalah urusan penyampaian pesan. Kalau kita sampaikan dengan cara yang menakutkan, masyarakat malah menghindar. Tapi kalau disampaikan dengan cara yang asyik dan dekat dengan keseharian, mereka akan tertarik, paham, dan akhirnya siap siaga," ujar Kang Adi, salah satu inisiator Sesar Lembang Culture.






"Sesar Lembang sudah ada jauh sebelum kita lahir. Hal yang perlu kita lakukan bukan panik, tapi bijak dan siap." — Kang Adi, Inisiator Sesar Lembang Culture.






Dongeng Kelana: Belajar Mitigasi dengan Teater dan Teknologi





Salah satu program unggulan komunitas ini adalah pertunjukan "Dongeng Kelana". Konsep ini terinspirasi dari tradisi lisan "Semong" di Simeulue, Aceh, yang terbukti efektif menyelamatkan warga dari tsunami 2004 berkat cerita turun-temurun tentang tanda-tanda alam.





Dongeng Kelana memadukan seni pertunjukan, video mapping, animasi, musik, dan pencahayaan untuk menyampaikan pesan mitigasi secara imersif dan mudah diingat. Melalui narasi yang menghibur, penonton diajak memahami karakter Sesar Lembang, tanda-tanda, serta langkah-langkah penyelamatan diri yang benar.





"Kami tidak menargetkan jumlah penonton yang banyak. Target kami adalah 9 juta jiwa selamat," tegas Kang Adi tentang visi jangka panjang program ini.


Halaman:

Tags

Terkini