[Locusonline.co] Garut — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara intensif melakukan peninjauan ke sejumlah ruas jalan di wilayah selatan Kabupaten Garut pada Sabtu (31/1). Kunjungan ini difokuskan untuk memastikan kesiapan teknis dan administrasi dalam menyelaraskan program pembangunan jalan Pemkab Garut dengan skema pendanaan pemerintah pusat, khususnya melalui program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD).
Dalam inspeksinya yang mencakup Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, Peundeuy, dan Cibalong, Bupati Amin menekankan pentingnya perencanaan matang dan koordinasi lintas otoritas. Ia berharap masyarakat dapat bersabar menunggu realisasi pembangunan yang lebih komprehensif.
“Saya berharap masyarakat bisa sabar dengan segala prosesnya, dan segala persiapan yang matang supaya kegiatan itu benar-benar terkoordinir dan juga memberikan manfaat yang panjang, itu harapan kita,” ungkap Bupati kepada awak media dan perangkat daerah yang mendampingi.
Tantangan dan Prioritas: Dari Pelebaran Jalan hingga Mitigasi Longsor
Salah satu tantangan utama yang diidentifikasi adalah kondisi jalan yang relatif sempit di wilayah selatan. Menghadapi hal ini, Bupati Amin secara khusus meminta dukungan masyarakat.
“Mohon juga bantuan dari masyarakat… jadi kami berharap ketika ada jalan-jalan yang relatif sempit (dan ingin) diperlebar, kita mohon masyarakat bisa merelakan lahan tanah miliknya untuk digunakan sebagai jalan umum,” pinta Bupati.
Secara teknis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, memaparkan tiga ruas jalan prioritas yang menjadi fokus dalam rencana jangka menengah:
| Ruas Jalan | Panjang | Fokus Penanganan & Status |
|---|---|---|
| Pamegatan - Singajaya | 23 km | Sedang berjalan. Fokus pada penanganan titik longsor, perbaikan TPT (Tempat Penyeberangan?), dan pelebaran bahu jalan. |
| Singajaya - Toblong | 10 km | Dalam tahap pengajuan ke pemerintah pusat untuk pendanaan IJD. |
| Toblong - Simpang (Cibalong) | 13 km | Dalam tahap pengajuan ke pemerintah pusat untuk pendanaan IJD. |
Agus menjelaskan bahwa Dinas PUPR saat ini tengah mempersiapkan seluruh dokumen dan pemenuhan kriteria teknis yang disyaratkan Kementerian PUPR untuk pengajuan program IJD. Target realisasi fisik secara keseluruhan diproyeksikan pada tahun 2027.