ragam

Wali Kota Bandung Studi ke Banyumas, “Rasio 78% vs 22%, Bandung Punya Masalah Besar”

Rabu, 4 Februari 2026 | 07:24 WIB


[Locusonline.co] Banyumas — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melakukan kunjungan kerja dan pembelajaran langsung ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk menimba pengalaman pengelolaan sampah terpadu. Di hadapan pencapaian Banyumas yang mampu mengolah 78% timbulan sampah hariannya, Farhan secara terbuka mengakui bahwa Kota Bandung masih tertinggal jauh dengan rasio pengolahan hanya 22%.





"Artinya kami masih punya masalah besar dan harus banyak belajar," tegas Farhan dalam Launching RDF dan Recycling Center di TPST Gawa Berkah, Desa Sokaraja Kulon, Selasa (3/2). Kunjungan ini dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung dan tujuh camat yang wilayahnya memiliki persoalan sampah serius.





Perbandingan Kinerja: Kontras yang Nyata





Kinerja pengelolaan sampah antara dua daerah ini menunjukkan perbedaan yang signifikan:





AspekKota BandungKabupaten Banyumas
Rasio Pengolahan Sampah22% (dari >1.500 ton/hari)78%
Sistem Pengelolaan UtamaBergantung pengiriman ke TPA Sarimukti (non milik kota), dorong pemilahan di sumber (Program Gas Lah).Sistem Desentralisasi: 45+ unit TPST/TPS3R/PDU berbasis masyarakat, meninggalkan TPA konvensional.
Pendekatan ParadigmaMencari solusi inovatif untuk reduksi dan daur ulang.Ekonomi Sirkular: Sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi (RDF, daur ulang plastik).
Dampak Ekonomi & AnggaranBiaya pengangkutan & pembuangan tinggi.Efisiensi biaya drastis (dari Rp40 M/tahun jadi 1.500 lapangan kerja & mulai hasilkan pendapatan.




Kunci Kesuksesan Banyumas: Perubahan Paradigma dan Tata Kelola





Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, memaparkan bahwa keberhasilan daerahnya berawal dari perubahan paradigma total sejak 2018: dari memandang sampah sebagai beban menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Kunci lainnya adalah komitmen pada sistem desentralisasi berbasis masyarakat.






"Kami menyerap lebih dari 1.500 tenaga kerja, mayoritas ibu-ibu yang memilah sampah," ujar Bupati Sadewo, seraya menjelaskan bahwa pendekatan ini juga memberdayakan ekonomi lokal.






Berkat sistem ini, Banyumas tidak hanya menghemat anggaran dari Rp40 miliar menjadi di bawah Rp10 miliar per tahun, tetapi juga mulai menghasilkan pendapatan dari produk turunan sampah seperti Refuse Derived Fuel (RDF) dan plastik daur ulang.





Strategi dan Tantangan Bandung ke Depan





Farhan menyadari bahwa tidak ada solusi tunggal (one fix for all) untuk masalah sampah. Karakteristik Bandung yang unik—seperti tidak memiliki TPA sendiri dan volume sampah yang sangat besar—menuntut pendekatan khusus.


Halaman:

Tags

Terkini