"Teknologi sangat tergantung pada volume, jenis sampah, dan budaya masyarakat," jelas Farhan.
Namun, ia telah mengambil langkah konkret dengan meluncurkan Program Gas Lah, yang menempatkan satu petugas pemilah di setiap dari 1.596 RW di Bandung untuk memastikan pemilahan dari sumber. Selain itu, Farhan menekankan pentingnya belajar tata kelola dan integritas dari Banyumas untuk mencegah potensi penyelewengan dalam pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi.
Komitmen Jangka Panjang: Dari 22% Menuju 80%
Dengan tekad kuat, Farhan menargetkan peningkatan rasio pengolahan sampah Kota Bandung secara bertahap.
"Target kami jelas, bergerak dari 22 persen menuju 80 persen pengolahan sampah," ungkapnya.
Kunjungan dan kerja sama dengan Banyumas ini menjadi bagian dari solusi jangka pendek sekaligus proyeksi jangka panjang. Bandung berkomitmen untuk tidak hanya mengejar angka, tetapi juga membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, transparan, dan memberdayakan masyarakat, sebagaimana teladan yang telah diberikan oleh Kabupaten Banyumas. (**)