[Locusonline.co] Bandung — Menjamurnya coffee shop dan menguatnya budaya ngopi di kalangan anak muda Kota Bandung tidak hanya menjadi fenomena gaya hidup, tetapi juga lahan subur bagi penciptaan lapangan kerja. Menangkap peluang ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) secara proaktif menggelar pelatihan barista dasar bagi warga. Program ini merupakan strategi jitu untuk menekan angka pengangguran dengan membekali generasi muda dengan keterampilan yang sangat relevan dan dibutuhkan pasar kerja saat ini.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Berkat Abadi Mandiri (BAM) ini dirancang tidak sekadar mengajarkan cara menyeduh kopi, tetapi sebagai sebuah kursus komprehensif tentang sains dan seni di balik secangkir kopi.
Dari Sejarah ke Sains: Kurikulum Komprehensif Barista Masa Kini
Di bawah bimbingan instruktur bersertifikasi BNSP Level 3, para peserta dibimbing melalui perjalanan lengkap dunia kopi. Pimpinan LPK BAM, Wawan Sukarnawan, menjelaskan bahwa materi dimulai dari akarnya.
"Peserta diajak memahami perjalanan kopi dari Ethiopia hingga masuk ke Nusantara, lengkap dengan proses pasca panen, pengolahan green bean, hingga tahap roasting," jelas Wawan.
Namun, puncak dari pemahaman teoritis itu ada pada sesi coffee cupping (uji rasa kopi). Sesi ini dinilai krusial untuk melatih kepekaan indera penciuman dan perasa (sensory skills) seorang calon barista. "Ini penting agar mereka mampu menganalisis dan memahami karakter rasa yang kompleks—tidak hanya pahit, tetapi juga nuansa asam, manis, hingga fruity," tambah Wawan.
Dominasi Praktik: Membangun Skill yang Siap Pakai
Sejalan dengan program pelatihan Disnaker sebelumnya, pelatihan barista ini mengutamakan pendekatan 70% praktik dan 30% teori. Para peserta secara langsung berlatih dengan peralatan standar industri, menguasai dua pilar utama teknik penyajian:
- Teknik Manual Brew: Seperti V60, Aeropress, dan French Press untuk mengekstrak karakter kopi single origin.
- Pengoperasian Mesin Espresso: Mulai dari menggiling biji kopi, tamping, hingga mengekstrak shot espresso yang sempurna sebagai dasar berbagai minuman seperti latte, cappuccino, dan americanos.
Dengan metode ini, peserta diharapkan langsung memiliki kompetensi yang dapat diterapkan di dunia kerja nyata selepas pelatihan.