“Sebenarnya kalaupun ada cawe-cawe politik, tapi ASN yang terpilih sebagai kepala dinas itu kompeten ya tidak apa-apa. Namun media harus ikut memantau proses seleksi calon kepala dinas di Garut karena ada sejumlah kejanggalan, salah satunya tentang SOP Asesmen calon kepala dinas,” ungkap salah satu sumber yang meminta identitasnya tidak dibuka ke publik.
Untuk itu sumber meminta Pansel untuk membuka nama-nama peserta yang mengikuti bursa calon kepala dinas yang disertai dengan nilai yang diperoleh oleh masing-masing peserta.
“Yang paling penting jejak rekamnya selama menjabat. Moralitasnya jangan tercela. Percuma pintar, kalau rekam jejaknya malah bisa menambah nilai buruk bagi Pemkab Garut kedepan. Pansel harus terbuka dengan membuka nilai semua peserta ke publik,” katanya. (asep ahmad)