- Korban terakhir kali terlihat hidup di area lobi apartemen pada Selasa, 3 Februari 2026.
- Kapolsek Lengkong, AKP Aldy Lazzuardy, menyatakan korban tinggal sendirian di unit tersebut dan tidak memiliki penjamin yang tercatat di Indonesia. Profesi korban juga masih belum diketahui.
- Berdasarkan kondisi jenazah, diperkirakan korban meninggal "belum lama" karena tubuhnya belum menunjukkan kekakuan yang signifikan.
Misteri Penyebab Kematian: Tunggu Hasil Autopsi
Penyebab kematian Love Joren Moon masih menjadi misteri dan menjadi fokus utama penyelidikan. Jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani autopsi dan pemeriksaan forensik lebih lanjut.
Kapolsek Aldy menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka. "Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada unsur pidana atau tidak," ujarnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa polisi sedang menguji segala kemungkinan, mulai dari penyakit, kecelakaan, hingga tindak kriminal.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi untuk data keimigrasian korban dan sedang berupaya menghubungi keluarga di Amerika Serikat.
Lokasi Strategis di Jantung Sejarah Kota
Insiden ini terjadi di Apartemen Grand Asia Afrika yang terletak di Jalan Asia Afrika, kawasan yang sarat dengan nilai sejarah. Lokasinya hanya berjarak beberapa ratus meter dari Gedung Merdeka, tempat Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KAA) yang bersejarah berlangsung pada tahun 1955. Kawasan ini merupakan pusat kota yang ramai, penuh dengan hotel, perkantoran, dan aktivitas wisata.
Langkah Selanjutnya dan Imbauan
Investigasi masih terus berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyebarkan informasi yang tidak valid sebelum ada pernyataan resmi dari pihak berwajih mengenai penyebab kematian.
Ringkasan Investigasi Sementara:
- Korban: Love Joren Moon (39), WNA Amerika Serikat.
- Lokasi: Kamar 28, Tower D Lantai 12, Apartemen Grand Asia Afrika, Bandung.
- Waktu: Ditemukan Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB.
- Kondisi: Tinggal sendirian, ruangan berantakan, tidak ada tanda kekerasan atau kehilangan barang berharga yang jelas.
- Status: Menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik untuk menentukan penyebab kematian.
Dengan melibatkan forensik, analisis CCTV, dan diplomasi antar negara, kasus ini menunjukkan kompleksitas penanganan insiden yang melibatkan warga asing. Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan petunjuk pertama yang krusial untuk mengungkap misteri di balik kematian pria asal Texas di jantung Kota Bandung ini. (**)