| No | Sektor | Usulan Program | Lokasi/Sasaran |
|---|---|---|---|
| 1 | Infrastruktur | Perbaikan Jalan Gatot Subroto – Perum GCI Lebak Jaya (1.000 m) | Lebak Jaya |
| 2 | Sosial | Perbaikan 20 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) | Desa Sidanglaya |
| 3 | Sanitasi | Pembangunan 1 unit MCK & Septic Tank | RW 06 Kp. Ciarus, Desa Sindangpalay |
| 4 | Ekonomi | Pemberian modal usaha bagi Wira Muda Hebat | Desa Situsaeur |
| 5 | Pertanian | Rehabilitasi Jalan Usaha Tani (300 m) | Desa Situsaeur |
| 6 | Pemberdayaan | Pelatihan manajemen Koperasi Unit Desa (KUD) & UMKM | Desa Suci |
| 7 | Teknologi | Pengadaan 17 unit WiFi Publik | RW 01-17, Kelurahan Lebakjaya |
| 8 | Olahraga | Pengadaan 17 unit meja tenis meja | Kelurahan Lebakjaya |
| 9 | Fasilitas Umum | Pembangunan 1 unit lapangan voli | RW 04 Kelurahan Suci Kaler |
| 10 | Kesejahteraan | Bantuan modal Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bagi 200 KK wanita rawan sosial ekonomi | Desa Situsari |
Tema dan Konteks Perencanaan yang Lebih Luas
Musrenbang kali ini mengusung tema “Pemerataan Akses Layanan Dasar dan Peningkatan Produktivitas Daerah”. Tema ini diselaraskan dengan isu strategis pembangunan Kabupaten Garut Tahun 2027 serta berpedoman pada Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 3 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Secara terpisah, Bupati juga menyoroti posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut yang masih berada di peringkat 26 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Kondisi ini mendorong komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan, dengan fokus pada tiga pilar utama: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Dampak dan Langkah Strategis Ke Depan
Musrenbang ini menjadi langkah strategis untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Garut Tahun 2027 secara sistematis dan terarah.
- Komitmen Pendidikan: Instruksi Bupati untuk mendata anak putus sekolah menjadi langkah konkret dalam mengatasi salah satu faktor yang memengaruhi IPM.
- Pembangunan Holistik: 10 usulan prioritas dari Karangpawitan mencerminkan pendekatan pembangunan yang berimbang, mulai dari infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi, hingga fasilitas sosial dan teknologi.
- Kolaborasi Multi-Pihak: Forum Musrenbang menjadi wadah penting untuk menyepakati kegiatan prioritas sesuai tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah, memastikan perencanaan yang komprehensif.
Melalui monitoring Musrenbang di Karangpawitan, Pemerintah Kabupaten Garut menunjukkan komitmennya untuk merancang pembangunan yang responsif, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Penekanan kuat pada pendidikan sebagai fondasi pembangunan, ditambah dengan usulan program prioritas yang menyentuh berbagai aspek kebutuhan dasar dan pemberdayaan, diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Kecamatan Karangpawitan khususnya, serta Kabupaten Garut pada umumnya. (**)