"Kami ingin menunjukkan bahwa RS Rotinsulu siap berperan aktif, turut membantu dalam setiap agenda Pemerintah Kabupaten Garut dan Dinas Kesehatan," tegasnya.
Usai khitanan, acara dilanjutkan dengan Ngariung Bareng—ajang silaturahmi hangat antara pihak rumah sakit, pasien, dan keluarga, memperkuat ikatan emosional yang seringkali luput dari layanan kesehatan modern.
Sentuhan Manusia di Era Serba Digital
dr. Andi Basuki Prima Birawa, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSP dr. H. A. Rotinsulu, menyoroti pentingnya keseimbangan antara teknologi dan empati dalam dunia medis.
"Di era IT serba mesin, sentuhan para pelayan kesehatan akan memberikan suasana yang berbeda. Energi positif ini penting agar pasien dan keluarga bisa mendapatkan kesembuhan yang lebih cepat," ucapnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat kuat bahwa di tengah gempuran otomatisasi, kehadiran manusia yang peduli tetap menjadi obat utama.
Kewaspadaan Terhadap Penyakit Paru: Instruksi Khusus Bupati
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut juga menyoroti tingginya prevalensi penyakit paru di Kabupaten Garut. Ia meminta Dinas Kesehatan untuk meningkatkan edukasi publik secara masif.
"Saya minta Bu Kadis mulai menginformasikan kepada masyarakat bahwa kita punya penyakit berbahaya yang kadang tidak disadari. Edukasi adalah kunci pencegahan," tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya Pemkab Garut untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit paru melalui deteksi dini dan peningkatan literasi kesehatan.