Arif Bachtiar, perwakili keluarga almarhum Dede Satibi, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Garut.
"Ini merupakan sebuah penghormatan. Kami ucapkan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada keluarga," ungkapnya dengan suara bergetar.
Ziarah Kedua: Pasirlingga, Desa Jati – Makam Bupati ke-20, Momon Gandasasmita
Rombongan kemudian bertolak ke Pasirlingga, Desa Jati, lokasi pemakaman almarhum Momon Gandasasmita, Bupati Garut ke-20 yang memimpin pada periode 1984–1989.
Bupati Abdusy Syakur mengagumi etos kerja luar biasa yang dimiliki almarhum Momon. Ia menyebut dedikasi sang mantan bupati yang bekerja nyaris tanpa henti demi masyarakat sebagai standar tinggi bagi setiap pejabat publik.
"Beliau memberikan contoh bahwa melayani masyarakat adalah pengabdian total. Ini amanah yang kita terima untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu," kata Bupati.
Kehadiran rombongan pemerintah disambut haru oleh keluarga besar almarhum. Mita Permata Sari, putri pertama Momon Gandasasmita, mengungkapkan bahwa ini adalah ziarah resmi pertama yang dilakukan pemerintah daerah sejak kepulangan almarhum.
"Kami putra-putri almarhum mungkin berkarir di Bandung, tapi kami tetap meneruskan amanah beliau. Salah satunya dengan mengurus Sekolah Tinggi Hukum Garut yang beliau dirikan," jelas Mita.
Pernyataan ini menegaskan bahwa warisan kepemimpinan tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga lembaga dan nilai yang terus hidup melintasi generasi.