Pernyataan ini menjadi alarm bersama bagi seluruh pemangku kepentingan. Tanpa akses pendidikan yang merata dan berkualitas, bonus demografi bisa berubah menjadi bencana sosial.
Isu Baru: Kesehatan Mental Jadi Perhatian Serius KNPI
Jika musrenbang tahun-tahun sebelumnya didominasi isu ekonomi dan keterampilan, tahun ini ada topik baru yang berani diangkat: kesehatan mental (mental health).
Agil Syahrizal, Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, menyampaikan bahwa selama ini isu kesehatan mental kerap luput dari perencanaan pembangunan karena sifatnya yang tidak kasat mata.
"Kesehatan mental adalah fondasi awal dari setiap aktivitas produktif. Ke depan, KNPI akan menjadikan program kesehatan mental sebagai program utama, sebelum melangkah ke pemberdayaan lainnya," tegas Agil.
Langkah ini dinilai maju dan relevan, mengingat tekanan psikologis di kalangan pemuda—dari pengangguran, tekanan sosial, hingga ketidakpastian masa depan—semakin tinggi.
60% Populasi Produktif, Pemuda Harus Jadi Subjek
Agil juga mengingatkan fakta demografis yang tak terbantahkan: 60% penduduk Garut berada pada usia produktif. Ini adalah bonus demografi sekaligus tantangan besar.
"Pemuda harus menjadi subjek, bukan sekadar objek perubahan. Musrenbang ini adalah bukti bahwa suara kami didengar, dan kami siap berkontribusi nyata," imbuhnya.
Aspirasi Otentik vs Rencana Teknokratik
Bambang Hafidz, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menjelaskan posisi strategis Musrenbang Pemuda dalam siklus perencanaan daerah.