"Kalau pun ada warga kita yang kena salah informasi atau kemudian tergabung ke dalam kelompok yang diduga memiliki keinginan mendirikan negara sendiri, ini yang harus kita awasi bersama," tegasnya.
Pesan ini relevan mengingat radikalisme dan intoleransi masih menjadi ancaman nyata, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di daerah.
Salah satu poin penting yang disampaikan Bupati adalah membantah anggapan bahwa gerakan radikalisme muncul karena ketidakhadiran negara. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat.
"Ada anggapan bahwa orang terpapar radikalisme karena merasa negara tidak hadir. Oleh sebab itu, saya yakinkan bahwa negara hadir bersama bapak ibu semua," ujar Abdusy Syakur.
Pernyataan ini menjadi jembatan emosional antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa pelayanan, perlindungan, dan pembinaan ideologi terus dilakukan secara konsisten.
Rangkaian Kegiatan Harlah ALMAGARI ke-4: Dari Budaya hingga Deklarasi Kebangsaan
Harlah ke-4 DPP ALMAGARI tidak hanya diisi dengan sambutan dan diskusi, tetapi juga berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat:
| Kegiatan | Deskripsi |
|---|---|
| Gelar Budaya | Menampilkan kekayaan seni dan tradisi lokal sebagai simbol keberagaman |
| Layanan Kesehatan Gratis | Bentuk nyata kehadiran negara dan organisasi dalam melayani masyarakat |
| Santunan | Bantuan bagi warga yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian sosial |
| Deklarasi Kembalinya Eks NII ke NKRI | Momen penting yang menegaskan komitmen terhadap ideologi Pancasila |
| Diskusi Kebangsaan | Forum akademik dan sosial untuk memperkuat wawasan kebangsaan |
Deklarasi kembalinya eks NII ke NKRI menjadi puncak simbolis bahwa jalan terbaik adalah kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Ini adalah bukti bahwa pendekatan lunak (soft approach) dan dialog lebih efektif daripada kekerasan dalam membangun kesadaran berbangsa.
ALMAGARI: Garda Terdepan Menjaga Ideologi di Garut
Aliansi Masyarakat Garut Anti Radikalisme (ALMAGARI) telah menunjukkan konsistensinya selama empat tahun terakhir sebagai organisasi masyarakat yang aktif dalam menjaga kondusivitas wilayah. Keberadaan mereka menjadi mitra strategis pemerintah dalam: